Update Merah Putih, Pertemuan Kedua utusan desa Lubuk Paku dengan pihak PLTA yang difasilitasi oleh Timdu terkait tuntutan konpensasi yang diminta oleh masyarakat terhadap Perusahaan berlangsung damai penuh keakraban di Kofee Radjea yang berlokasi dibukit Sarang Tupai Desa Sungai Ning, Kamis 27/11.

Dengan angguk baiyo iyonya dihadapan Timdu sejumlah 12 orang pilihan sebagai perwakilan masyarakat Desa Lubuk Paku terlihat seluku read-setuju ketika membubuh tanda tangan menyangkut hasil keputusan rapat sementara mesti ditaati secara bersama.

Meski, 12 orang utusan masyarakat yang dikenal tahan sepuh dengan tuah sepakatnya tak lapuk diair dan tak lekang dipanas masih bersikeras hati dengan gebrakannya bila tuntutan konpensasinya tak dipenuhi maka masyarakat meminta agar kondisi Sungai Batang Merangin melintasi wilayah desanya di normal atau dipulihkan kembali seperti sebelum beroperasinya PLTA MKH.

Namun, didalam putusan kedua rapat bersama tersebut utusan Warga Desa Lubuk Paku tetap berbesar hati untuk menjaga stabilitas masyarakatnya menjelang adanya putusan tetap dari Timdu, sebagaimana bunyi dari point ke Lima dari putusan bersama.

Warga juga meminta, kepada Timdu agar melibatkan bupati Kerinci beserta dewan Kerinci selaku pendamping LH yang ditunjuk sebagai tim kajian dampak lingkungan dialami oleh warga Desa Lubuk Paku.

Pasalnya, pihak PLTA MKH belum bisa memenuhi tuntutan konpensasi yang diminta oleh warga, karena pihak manajemennya meminta dikaji dulu dampak dari pembangunan PLTA terhadap usaha dan kehidupan masyarakat Desa Lubuk Paku.

Dengan legowonya pula, pihak PLTA berjanji akan membangun fasilitas umum yang menjadi kebutuhan masyarakat termasuk akan membiayai renovasi kompleks kuburan nan betuah bergelar munyang balik subuh Desa Lubuk Paku sebagaimana tertuang didalam putusan rapat bersama.

Kendati, sejumlah orang dipercayai dalam negri yang datang jauh dari hilir Desa Lubuk Paku belum bisa mendapat putusan tetap dari Timdu terkait angko angko konpensasi yang diminta oleh masyarakatnya
menjelang adanya hasil kajian dampak lingkungan yang digelar LH.

Tapi mereka tetap terlihat damai penuh keakraban dengan pihak PLTA. Bahkan tak sedikit diantaranya menyempat waktu shelfi dan bakodak bersama Daeng Aslori sang big bos perwakilan dari Perusahaan yang sempat tersohor karena pernah mengenakan baju kaos bertuliskan kalimat “jan banyak kandak uda lagi banyak utang”.

Hanya saja di rapat bersama kali ini, Kepala Desa Lubuk Paku Nazir aduhai kanji lembutnya tak terlihat hadir mendampingi perwakilan dari warga Desanya, mungkin karena suatu pertimbangan yang bisa dimaklumi oleh kedua belah pihak.

Sementara itu, Timdu yang hadir diantaranya utusan perwakilan dari Kesbangpol, Inspektorat, LH, dan Kodim 0417 Kerinci beserta Polres Kerinci yang perlu diberi apresiasi karena berhasil menggelar rapat secara damai penuh keakraban.@Yd,Yid,Yi dan Riles.