Update Merah Putih, Patut diberi apresiasi terhadap niat dan ajakan mulia Wako Sungai Penuh Alfin, SH pada setiap ASN Via para Kepala OPD untuk ikut berpartisipasi menunai ibadah Qurban 1447 H notabenenya agenda pertama kali digelar oleh Pemkot Sungai Penuh.
Tidak tanggung tanggung, ternyata ajakan baik Wako Alfin ini diresfon positif dengan penuh antusias oleh para ASN dengan catatan berkembang bahwa dikabarkan puluhan ekor sapi bakal diqurbankan dilamang Kantor Wako guna dibagi kepada masyarakat tak mampu menghadapi kegembiraan Idul Adha.
Kabar wah dan mulia pertama diterobos oleh Pemkot Sungai Penuh ini ternyata masih tetap saja didera oleh segelintir rumor miris dari sekelompok kalangan dengan asumsi dan penilaian menurut sudut pandang masingnya sebagaimana berkembang dimedsos tanpa mendalami persoalan sesungguhnya.
Padahal, dari awal awalnya ketika menyambut puasa Ramadhan bersama ASN lingkup Setda Kota Sungai Penuh terlihat jelas begitu tulus dan baiknya niat suci Wako Alfin mengajak para ASN untuk menegak keislamannya dengan ikut menunai ibadah qurban sebagai wujud kepedulian religius sekaligus bentuk pengabdian ASN dengan kesanggupan berbagi kepada masyarakat terutama ketika masyarakat dalan keadaan susah seperti menghadapi Idul Adha.
Mengingat, Islam mengenal prisip dasar yang kuat “la Ikro’ fiddin” tiada paksaan dalam agama kembali disampaikan oleh Wako Alfin disela sela apel Rabu 20/5 dalam rangka memperingati hari Kebangkitan Nasional Ke 118 bertempat dilapangan upacara Kantor Wako Sungai Penuh.
“Ibadah qurban merupakan bentuk ibadah yang bersifat sukarela dan tidak boleh ada unsur paksaan. Tidak ada intimidasi terhadap ASN maupun Kepala Desa untuk ikut berqurban. Semua dilakukan secara sukarela sesuai kemampuan dan niat masing-masing. Jangan sampai muncul opini yang menyesatkan masyarakat,” terang Wako Alfin.
Ia juga meminta kepada semua pihak menjaga kondusivitas daerah serta tidak menggiring opini yang dapat menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. “Kita berharap suasana menjelang Iduladha tetap harmonis dan penuh kebersamaan. Jangan sampai isu-isu yang tidak benar merusak persatuan dan kekompakan masyarakat Kota Sungai Penuh,” ujarnya.
Sementara itu, sejumlah ASN dan perangkat desa menyebut bahwa mereka tidak pernah menerima tekanan ataupun paksaan terkait pelaksanaan qurban. Disebutnya lagi bahwa partisipasi dalam qurban murni atas dasar kesadaran dan niat pribadi untuk berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Selain tak pernah bertemu dan mendengar intruksi langsung dari Pak Wako terkait ibadah Qurban Pemkot. Ajakan atasan juga jelas karena mumpung menghadapi hari baik Idul Adha, alangkah baiknya secara bersama para ASN ikut menunai ibadah Qurban bersama Pemkot Sungai Penuh,” jelasnya.
Para ASN menyebut bahwa kita selaku ASN bukanlah komunitas bisnis hanya senang dan bisa bergembira ria dengan bukan main ayun tangannya yang diikuti basmalah ketika membubuh tanda tangan pada lampiran SPJ. Tapi, kerja pengabdian dengan ibadah telah disumpah lahir dan bathin bagi Pemerintahan, Pembangunan dan masyarakat. Jangan hanya karena ulah seseorang dan sekelompok orang niat baik Pemkot bagi masyarakat jadi terkebiri
“Kepada setiap penebar rumor terkait intimidasi Wako agar segera tabayun, sebagaimana pernyataan berulang telah disampaikan oleh Wako Alfin bahwa dirinya tidak pernah memaksa dan mengintimidasi para ASN untuk ikut menggelar ibadah Qurban. Tapi tak lebih ajakan kerelaan sesuai kemampuan,” pungkasnya.@Yd,Yid,Yi dan Riles.







