Update Merah Putih, Dengan penuh rasa bangga dan antusias, Sabtu 16/5 Wali Kota, SH duduk berapat bersama rombongan hadiri peresmian operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih secara nasional yang diresmikan Presiden RI Prabowo Subianto, melalui telekonferensi di Desa Aurduri, Kecamatan Pondok Tinggi.

Peresmian tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat perekonomian masyarakat desa dan kelurahan melalui pengembangan koperasi berbasis kerakyatan.

Koperasi desa merah putih KDMP Desa Aur Duri, Kecamatan Pondok Tinggi, Kota Sungai Penuh dibangun sejak Desember 2025 dan telah selesai 99 Persen pada saat ini untuk dioperasikan

Wali Kota Alfin menyambut baik program nasional tersebut ” kita berharap keberadaan Koperasi Merah Putih dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan warga di Kota Sungai Penuh.” Ujarnya

Kegiatan berlangsung lancar dan diikuti unsur Forkopimda, Kepala OPD Tetkait, Ketua dan Anggota APDESI, Tokoh Masyarakat.

Dibagian lain, salah seorang pemerhati pembangunan menunjuk haru dan rasa terima kasih dengan telah diresminya gedung Koperasi Merah Putih oleh Presiden RI Prabowo.

Ia juga sempat menyinggung rumor berkembang terkait anggaran pembangunan gedung berkisar antara 1,6 M sampai 2,5 M. Sementara, anggaran gedung senilai 1,6 M diduga hanya menghabiskan biaya sebesar 900 juta hingga 1 M untuk pembangunannya.

“Iya, diharapkan pengurus KMP bisa menjalankan kegiatan koperasi secara transparan, bertanggung jawab dan ada manfaatnya bagi masyarakat guna bisa menutupi rumor sempat berkembang terkait pembangunan gedung dengan anggaran dinilai begitu wah. Jangan kita digunjing orang nantinya besar pasak dari pada tiang. Sementara Presiden telah baiyo iyonya read-serius meresmikan 1.061 KMP” ketus sumber.

Lanjutnya, diharapkan pengelolaan KMP nantinya berlangsung secara sehat tanpa mematikan usaha yang dikelola oleh masyarakat. Apalagi, sampai dianggap lazimnya koperasi selama ini hanya tempat masyarakat meminjam dan berhutang, dan seterusnya jadi palah bebalah senegri karena tak dibayar.

Ia juga menyebut bila tak dikelola dengan baik diawasai dengan ketat Program modal berskala masif dapat membebani anggaran negara dan berisiko menciptakan inefisiensi.

“Semoga KMP bisa ampuh dengan tujuan pendiriannya memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis desa dan kelurahan dengan sasarannya mengentaskan kemiskinan, memeratakan kesejahteraan, dan mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya melalui pemberdayaan pelaku usaha mikro, tani, dan kaum perempuan di berbagai daerah,” pungkas sumber.@Yd,Yid,Yi dan Riles.