Update Merah Putih, Masyarakat Kota Sungai Penuh wajib berlega hati menyambut sukses besar ditoreh Alfin,SH dengan bangganya Wako Sungai Penuh itu merenggut predikat Kota nomor satu yang berhasil menurun angka kemiskinan dan stunting sekaligus memboyong dana fiskal sebesar 3 M dari Kemendagri.

Bakato pituah alias gurindam dua belas orang dahin masa kini dari negeri Melayu daun Kopi yang tersohor dengan air daun kawo disertai lintingan tobaco suginya menyebut bahwa mempertahan bunga yang sudah ada ditangan lebih sulit dari pada meraih atau merebutnya ketika berada ditangan elang

Begitu pula, prestasi telah diukir oleh Kota Sungai Penuh tersebut dengan berbagai terobosan dan debut bagi peningkatan serta pengembangan mesti digelar secara berkelanjutan guna bisa semakin sukses menurun angka kemiskinan dan stunting yang sudah dikategorikan sebagai penyakit mengarat masyarakat tiap daerah selama ini.

Selasa 5/5 Wakil Walikota Sungai Penuh Azhar Hamzah langsung bergerak secara resmi membuka Rapat Sinkronisasi Program/Kegiatan Penanggulangan Kemiskinan sifatnya Ekstrem dan Penurunan Stunting Tahun 2026 yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Walikota Sungai Penuh.

Dalam sambutannya, Wawako Azhar Hamzah menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Sungai Penuh berhasil melampaui target nasional penurunan kemiskinan ekstrem serta penurunan angka stunting.

Ia juga menyampaikan bahwa atas capaian tersebut, Kota Sungai Penuh memperoleh penghargaan nasional dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia sebagai daerah terbaik dalam penurunan kemiskinan dan stunting.

Wawako Azhar Hamzah menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh OPD dan pemangku kepentingan dalam menjalankan program-program prioritas pemerintah daerah.

“Capaian ini harus terus dipertahankan dan ditingkatkan. Pemerintah Kota Sungai Penuh tetap fokus pada program-program prioritas yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujar wawako Azhar Hamzah.

Wawako Azhar juga menekankan beberapa prioritas utama yang harus terus diperkuat pada tahun 2026, diantaranya peningkatan Universal Health Coverage (UHC), mewujudkan zero stunting, serta penanganan kemiskinan ekstrem secara terpadu dan berkelanjutan.

Capaian telah diraih oleh Pemkot Sungai Penuh itu, tak sekedar bentuk prestasi menjadi kebanggaan semata. Tapi, lebih konkritnya merupakan wujud dari sejatinya kepedulian Kepala Daerah dalam menunjukkan kepedulian sosialnya terhadap tingkat kemakmuran dan kesehatan masyarakat.

Rapat sinkronisasi tersebut turut dihadiri staf ahli bidang pemerintahan, hukum dan politik, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, para kepala OPD, pejabat struktural serta pejabat fungsional lingkup Pemerintah Kota Sungai Penuh.@Yd,Yid,Yi dan Riles.