Update Merah Putih, Kerinci dan Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi disebut Kincai adalah negeri serumpun yang letaknya terkungkung ditengah apitan dua jejeran bukit barisan, dan juga daerah yang paling jauh jaraknya dari ibu kota Provinsi Jambi, apalagi ibu Kota Negara.

Lebih dari separoh wilayahnya Kincai sekitar 51,9 % telah dihibahkan sebagai kawasan TNKS notabenenya paru paru dunia. Hingga, masyarakat beserta dua Kepala daerahnya terpaksa bersitunggit berjuang bagi setiap kemajuan demi bisa tegak sama tinggi dan duduk sama rendah dengan daerah Kabupaten atau Kota lainnya.

Berkaca dari pengalaman telah sudah, maka ada 2 alasan yang membuat masyarakat berharap agar Alfin selaku Wako Sungai Penuh dan Monadi selaku Bupati Kerinci mesti selalu mempertahan kekompakan dan menguat kebersamaan dalam memikirkan kemajuan bagi negeri sealam Kincai

Pertama, karena selama ini terkesan Kerinci dan Kota Sungai Penuh dikucilkan kepentingannya dalam segala sektor dari daerah lain yang ada dalam wilayah Provinsi Jambi. Malah, sampai sekarangnya masih ada rada rada ABK Asal Bukan Kincai terjadi ditingkat Provinsi.

Problem demikian hampir terjadi sama dilembaga Eksekutif maupun Legislatif Provinsi Jambi, tak sekedar jarang ada putera terbaik Kincai dikenal dengan potensi SDM handal yang dipercayai memangku jabatan penting dan strategis ditingkat Provinsi.

Malah yang ada duduk dikursi dewan Provinsi juga tak bisa berbuat banyak bagi kepentingan dan kemajuan daerahnya Kota Sungai Penuh dan Kerinci karena harus mengalah ketika berhadapan dengan prisip kolektif dan kolegial digedung dewan yang selalu menempatkan asfirasi Kincai pada posisinya anak bawang alias pelengkap sempurnanya sandiwara.

Mirisnya lagi, kendati kincai memiliki mata pilih terbanyak yang terdapat merata diseluruh daerah dalam wilayah Provinsi Jambi, tapi putera daerahnya selalu dibikin babak belur karena dikeroyok oleh daerah lainnya ketika mengikuti ajang Pilgub dan Pemilu Legislatif DPR RI.

Kedua, karena letak geografis dan kulturnya yang sama menuntut dan menuntun agar kedua daerah bisa menggelar pembangunan saling bertaut dan berkesinambungan seperti antisipasi banjir, pembangunan pengembangan usaha dan hasil produksi potensi alamnya yang sama serta lainnya.

Antara kedua daerah juga memiliki ketergantungan masing terkait ketercukupan pemenuhan kebutuhan air bersih bagi usaha PDAM Tirta Sakti milik Kerinci maupun usaha PDAM Tirta Kahyangan milik Kota Sungai Penuh.

Begitu pula kehidupan bermasyarakatnya telah ada janji dan kesepakatan dengan angguk baiyo iyo bersama seluruh tokoh, pembesar, adat, ulama dan pemuda sealam Kincai ketika perjuangan pemekaran Kerinci menjadi Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci yakni Kerinci dan Kota Sungai Penuh hanya terpisah secara administrasinya saja.

Lantaran, kedua daerah memiliki kekeraban dan tali persaudaraan kuat yang dipertaut oleh pondasi adat disebut Tigo dimudik empat tanah Rawang dan Tigo diilir empat tanah Rawang terdiri dari mulai penetai pematang lingkung sampai telun berasap tanah sikudung, dan mulai Air panas sungai deras pemandian hulu Balang Sungut Melintang sampai Air Terjun puncak arah Tapan pemandiannya Siak lengih, serta dari RKE pemandian imau kinci terjun malam sampai danau kaco pemandian imau terjun siang. Subhanalloh, majiu, besatau dan harmonislah kau sealam Kincai. Amin semoga, penulisnya katakan sajalah orang jauh tapi dekat dihati namanya.@Yd,Yid,Yi dan Riles.