Update Merah Putih, Akhirnya kerinduan selama 130 tahun dipendam itu tiba penuh haru mengumpul dan mempertaut kembali masyarakat sembilan luhah Koto Baru dengan seluruh sanak saudara, karib kerabat dan kemarkannya sealam Kincai dalam wadahnya Kenduri Seko Karang Setio Tab Koto Baru, Kota Sungai Penuh.
Demi suksesnya acara, tak sekedar anak jantan dan anak betina tunggu negeri yang ada dikampung halaman beserta komunitas masyarakat Koto Baru ticampak jauh yang berkecil hati karena alasan anak mamak dengan anak datung ngato kami muskin termasuk warga Desa Koto Beringin, Rawang sama rela meluang waktu sampai berminggu lamanya ikut menggelar persiapan acara.
Bahkan hampir semua bujang pujalan dari Sabang sampai Merauke termasuk yang diisukan telah hilang diperantauan karena sudah lama tak berkirim kabar dan berita juga terlihat berduyun pulang kampung penuh kegembiraan bersama sekaligus ikut menunjukkan partisipasinya.
Acara Akbar, Kenduri Seko Karang Setio Tap yang digelar pada hari ini Minggu 19 April 2026 bertempat di Desa Srimenanti mengumpulkan seluruh adat Tigo Dimudik Empat Tanah Rawang dan Tigo Diilir Empat Rawang serta Depati Empat beserta seluruh Depati Sealam Kincai
Acara sakral yang penuh antusias oni dibuka langsung dengan pemukulan gong oleh Wako Sungai Penuh, Alfin turut dihadiri oleh Asraf utusan Pemrov Jambi, Unsur Forkopimda, Wawako Azhar, Sekda Alfian para pejabat lingkup Pemerintah Kota dan Kabupaten beserta para tamu undangan lainnya.
Dikatakan oleh )Nasrullah Khtib Kadhi 9 luhah Koto Baru Kecamatan Koto Baru dari luhah Rio Balang bahwa dirinya terharu bisa bertemu para keturunan leluhur kita, kerabat keturunan leluhur kita bisa rukun kembali dalam wadah kenduri sko Karang setio Tap ulayat Depati duwo ni nek di tanah kemendapoan alam Kincai.
“Atas nama syarak tentunya sangat mendukung karna tujuan kenduri sko adalah ajang silaturrahim yg harus di pelihara dan dibudayakan secara rutinitas,” kata Nasrullah.
Lanjutnya, budaya luhur yang mempertaut silaturrahmi dan kekeraban ini hendaknya bisa dipertahan secara berkesinambungan dengan jadwal masa pelaksanaan yang ditetapkan, minimal 5 tahun sekali digelar.
Ia juga berharap acara kenduri seko ini membudaya diseluruh sakti Alam Kerinci untuk membendung budaya global yang bertentangan dengan budaya asli daerah yang beretika dan berkatakter.
“Kami atas nama masyarakat Sembilan Luhah, terutama dari luhah Rio Balang menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas suksesnya pelaksanaan kenduri seko Karang Setio Tap dengan ucapan kemajuan dalam kebetsamaan dari mudik sampai hilir bersama kita membangun negeri sealam kincai ini,” pungkas Nasrullah Khtib Kadhi yang juga anggota DPRD Kota Sungai Penuh.
Selain digelar acara ritual adat, Kenduri Seko Karang Setio Tab yang penuh sesak oleh tamu undangan dan pengunjung juga diisi dengan acara kesenian tradisonal masyarakat serta diakiri dengan makan bersama.@Yd,Yid,Yi dan Riles.







