Update Merah Putih, Bakato orang dahin masa kini dari negeri Tanah Kipudung, Koto Baru ramai negri karena anak anak banyak, elok negri karena runding dengan banyak dan maju negri karena adanya kerja bersamanya orang banyak.
Begitu pula, suksesnya Kenduri Seko Karang Setio Tap, yang menjadi kebesaran Koto Baru karena berkat dorongan dan suport dari kaum adat membuat seluruh anak jantan, anak betina beserta anak tuwo jantan menunjukkan partisipasi dan dukungan mulai dari persiapan sampai selesainya acara.
Demikian dikatakan oleh Zumran gelar Mangku, dan juga tersohor dengan sebutan pemangku dengan pandauk teto dan kecaik mata pangku tapi gedang tetak dan garoi gawoi karena dengan kedahsatannya sehari semalam bisa selesai sepuluh piring sawah dicangkulnya.
Lebih lanjut, dikatakannya suksesnya acara Kenduri Seko Karang Setio Tap menjadi catatan sejarah penting bagi lembaga adatnya Depati Baduo Ninek terutama masyarakat Koto Baru beserta semua kemarkannya.
Ia juga menyampaikan rasa haru dan bangga terhadap kegembiraan dalam kebersamaan Kenduri Seko yang sudah berabad lamanya ditunggu oleh seluruh masyarakat Koto Baru.
“Tak ada kata yang bisa terucap, selain rasa syukur dan bangga bahwa selain masyarakat Koto Baru beserta kemarkannya sudah bisa duduk sama rendah dan tegak sama tinggi sebagaimana masyarakat lainnya dimasa tarakinai. Tapi Koto Baru juga mampu menunjukkan kebesaran adat yang menjadi budaya luhurnya yakni Kenduri Seko Karang Setio Tap,” katanya.
Zumran Mangku menyebut ucapan terima kasih kepada semua pihak telah ikut menyukses acara terutama panitia serta para donasi, para penari beserta semua instrumen yang ada ditengah masyarakat maupun Pemerintah.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada semua tamu undangan yang berkesempatan hadir diacara Kenduri Seko seperti utusan dari Pemrov, Pemkot,Unsur Forkopimda beserta OPD, dan wabilkhususnya kaum adat Tigo Dimudik Empat Tanah Rawang dan Tigo Diilir Empat Tanah Rawang, termasuk Depati Empat beserta seluruh Depati Sealam Kincai.
“Kebersamaan ini, hendaknya bisa ditingkat dan dikembangkan demi memikir kemajuan dan keharmonisan masyarakat maupun pembangunan Sembilan Luhah Koto Baru,” harapnya lagi.
Lanjutnya, Kenduri Seko merupakan bentuk ritual yang paling sakral, hendaknya dentitas budaya ini senantiasa dipertahankan.
“Atas nama Keluarga Besar Mangku mengucapkan selamat dan suksesnya pelaksanaan Kenduri Seko Karang Setio Tap, masyarakat yang mengembang adat bentuk masyarakat yang tau diri dan memiliki budaya luhur yang tinggi,” pungkas Zumran Mangku sosok.semulanya disebut sebut tunggu negri Koto Beringin yang sudah berangsur pulang kampung karena sudah berbulat tekad ingin bertunak tapak dan beranak pinak di Koto Baru.@Yd,Yid,Yi dan Riles.







