Update Merah Putih, Dalam rangka persiapan pelaksanaan kenduri seko 6 luhah Sungai Penuh digelar pada 5 dan 5 Juli ini, Selasa malam 9/6 Ketua adat beserta ninik mamak, tokoh dan perwakilan masyarakat tergabung dalam panitia gelar silaturrahmi dengan Wako Alfin bertempat di Rumdin Wako Sungai Penuh.

Dalam pertemuan itu, Wako Sungai Penuh Alfin,SH menegaskan komitmennya dalam menjaga dan melestarikan budaya daerah melalui pelaksanaan Kenduri Sko notabene acara sakral dan ritual yang sudah menjadi budaya luhur masyakat sealam Kincai khususnya Kota Sungai Penuh

Pertemuan itu juga membahas berbagai persiapan pelaksanaan Kenduri Sko yang dilaporkan panitia sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga adat dalam menyukseskan agenda tahunan Kenduri Seko 6 luhah.

Silaturrahmi tersebut turut dihadiri perwakilan Bank Jambi serta tokoh dan pembesar 6 luhah diantaranya Pimpinan DPRD Kota Sungai Penuh Hardizal, S.Sos., M.H dan Anggota DPRD Fery Ariasandi,SE.MM, Sekretaris Daerah Alpian beserta sejumlah kepala OPD.

Dalam pernonya read-kesempatan itu, panitia menyampaikan kesiapan pelaksanaan Kenduri Sko dan berharap dukungan dari Pemerintah Kota Sungai Penuh agar kegiatan adat yang menjadi kebanggaan masyarakat tersebut dapat berlangsung dengan baik dan lancar.

Yang disambut langsung dengan positif oleh Wali Kota Alfin, dikatakannya Kenduri Seko tradisi yang diwariskan secara turun-temurun itu memiliki nilai penting dalam menjaga identitas masyarakat sekaligus memperkuat persatuan di tengah perkembangan zaman.

“Kenduri Sko bukan hanya kegiatan adat, tetapi juga sarana ampuh guna mempererat persaudaraan dan menjaga warisan budaya yang telah diwariskan para leluhur,” ujar Alfin.

Bentuk dukungan nyata Pemkot melalui Bank Jambi Via program Corporate Social Responsibility (CSR) dikicurkan bantuan sebesar Rp15 juta kepada panitia Kenduri Sko 6 Luhah Sungai Penuh. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Alfin kepada panitia.

Wako Alfin berharap dukungan itu dapat membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga adat, dan dunia usaha dalam menjaga keberlangsungan budaya lokal.

Kenduri Sko 6 Luhah Sungai Penuh tahun ini mengusung tema “Membudayakan Masyarakat Adat yang Beradab.” yang mencerminkan semangat masyarakat adat dalam mempertahankan nilai-nilai budaya, memperkuat adat istiadat, serta membangun kehidupan yang berlandaskan etika, kebersamaan, dan kearifan lokal.

Pemerintah Kota Sungai Penuh berharap Kenduri Sko tidak hanya menjadi perayaan adat semata, tetapi juga menjadi momentum memperkuat peran adat dalam kehidupan masyarakat serta mengenalkan kekayaan budaya daerah kepada generasi muda agar tetap lestari dari masa ke masa.@Yd,Yid,Yi dan Riles.