Update Merah Putih, Tragedi rinai kliwon Desa Permanti Indah, Pondok Tinggi yang sempat heboh dan Viral dengan tayangan sepatah sepatah dimedsos menempatkan Adrisman pada kursi penuh tanya besar hai hai mana dia orangnya. Akhirnya, berujung dengan laporan Adrisman S.Kom pada pihak berwajib Polres Kerinci.
Lantaran, Adrisman kerab dipanggil dengan sebutan buya limau tujuh tak terima dirinya babak belur sampai berteriak histeris menyebut “apo inoih dan tulong aku” saat dikeroyok pemuda Desa Permanti, sementara dirinya merasa rangin tidak dan rombakpun tidak alias tak melakukan perbuatan atau kesalahan dianggap fatal.
Namanya malang tak dapat dielak dan mujur tak bisa ditolak. Untunglah, dimalam rinai kliwon tersebut pihak Kepolisian datang mengaman dengan sigapnya menyelamatkan Adrisman dari kerumunan massa, dan langsung dibawa Mapolesta Sungai Penuh.
Berdasarkan keterangan Adrisman bahwa kedatangan dirinya ketempat katakanlah bunga desa Permanti namanya hanya sebatas teman biasa semasa sekolah karena sebelumnya bunga telah menghubungi dan minta bantuannya terkait suatu masalah.
Bahkan, Adrisman siap bersumpah diatas Alquran 30 jus bahwa antara dirinya dengan bunga Desa Permanti tidak ada hubungan khusus. Apalagi sampai ada apanya dong dan dang ding dong hingga sangat disesali murka pemuda desa Permanti sampai seperti dirasuki makhluk aluih ketika memergokinya sedang berada dirumah bunga.
Tak terima harga diri dan fisiknya telah dianiaya sedemikian malu dan sakit membuat Adrisman bersama pengacaranya langsung melaporkan tindakan penganiayaan terhadap dirinya oleh beberapa orang warga Desa Permanti kepada pihak Polres Kerinci.
Dikabarkan, bahwa buya limau tujuh ini juga sedang menggelar kordinasi dengan pengacara serta pihak Kepolisian terkait Video dirinya saat didatangi warga yang marak beredar dimedsos dengan koment wah telah membuat opini miris tentangnya.
Masalahnya, ulah maraknya Video beredar membuat gurauan terhadap dirinya tak lagi sebatas gerah rekan sejawat dan sepebusik menyebutnya buya yang kerab kambuh asam urat. Malah, berkembang jadi tudingan miris seolah olah urat asin lemak satu satu dimilikinya kerab bangkit dengan hoby basing carak.
Ketika dihubungi Via HP, dengan singkat Adtisman menyampaikan bahwa dirinya telah melakukan visum dan didampingi oleh pengacara Victor Gulo telah menyampaikan laporan pengaduan penganiayaan dialaminya pada Polres Kerinci..
Hanya saja, Adrisman tak sempat menjawab pertanyaan terkait apakah benar rumor menyebut diketika tidur siangnya Adrisman kerap termimpi membawa lirik lagu “syurga yang aku berikan ternyata neraka didapat”, karena terbawa oleh penyesalan dari kebaikannya bertujuan untuk membantu telah dibalas oleh amukan massa.
Sementara itu, sampai berita ini diturunkan belum didapat keterangan dan penjelasan dari Kepala Desa Permanti yang sudah dikonfirmasikan melalui Chating WA.@Yd,Yid,Yi dan Riles.







