Update Merah Putih, Manakala mencuap rumor menyebut bahwa dimasa tarakinai read-kini buya Adrisman kerap terperanjat diketika mimpi siangnya melantun bait lagu “Syurga yang aku berikan tapi neraka aku dapat”, karena terbawa oleh penyesalan tak kunjung sudah mikir kebaikannya bertujuan untuk membantu sesama kawan telah berujung amukan massa yang didapatnya.
Bakato orang dahin masa kini “pucuk dicinto ulangpun tibo”. Ternyata, dengan gamblangnya Kepala Desa Permanti, Pondok Tinggi datang memberi khabar Via Chating WA terkait konfirmasi adanya tragedi malam rinai kliwon sempat menghebohkan masyarakat senegeri Depati Payung, Pondok Tingi.
Ia juga menyampaikan bahwa tidak terjadi ada apanya dong, apalagi sampai seperti tabiat manjanya mbah surip kemana mana minta digendong dong antara Adrisman dengan Desi, karena semua terlihat biasa biasa saja “Keterangan linmas hanya bercerita diruang tamu pintu ada dua yg satu ditutup yg sebelah terbuka,” singkat Kades Permanti.
Selanjutnya, Kades Desa Permanti memberi klarifikasi terkait kronologis sampai buya Adrisman dibawa ke Mapolsekta Sungai Penuh sebagaimana pemberitaan ditayangkan oleh Media Update Merah Putih.
“Bukan NYO read-Adrisman mengadu kepolsek, warga membawa NYO kepolsek sampai dipolsek terjadi perdamaian antara Buya Desi dan warga. Buya mengaku bersalah dan Buya menganggap ini sebagai pembelajaran bagi diri NYO, dan sudah ada perjanjian damai dari Polsek,” terang Kades Permanti.
Ketika ditanya lagi oleh awak Media UMP, apa harapan dan tanggapannya selaku Kepala Desa terhadap pengaduan penganiayaan pada dirinya yang dilaporkan oleh Adrisman Ke Polres Kerinci. “Sebagai kepala desa sangat menyesali , karna telah dipasilitasi oleh Polsek untuk perdamaian kenapa harus melapor balik,” singkatnya.
Dikabarkan, laporan yang merasa teraniaya diwaktu itu bukan dari Adrisman beserta pengacaranya Victor Gulo saja. Tapi terdapat pengaduan lainnya atas nama pemilik rumah bersama pengacaranya Yusuf juga melaporkan tindakan kekerasan dari massa.
Sementara itu, salah seorang terkemuka Pondok Tinggi menyesali tindakan arogan massa telah main hakim sendiri terhadap Adrisman sekaligus berharap kejadian ini jangan sampai terulang kembali.
Ia juga menyesali sikap Adrisman yang katanya telah melaporkan penganiayaan dirinya pada Polres Kerinci. “Bukankah sudah ada perdamaian. Untuk apalagi dipebesar. Namun, semua tergantung saudara Adrisman, hendaknya fikir fikir lah dulu karena seberat batang menindih batang dibawah juga menanggung dan hukum juga mengenal prisip sebab dan akibat,” singkatnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Tomi Basilo salah seorang pemuda Pondok Tinggi, ditambahkannya dengan adanya perdamaian mestinya bisa semakin mempererat hubungan buya Adrisman dengan masyarakat Desa Permanti terutamanya dengan keluarga besarnya Desi Kumala karena adanya kesalah pahaman selama ini.
“Semoga, kesalah pahaman pada tragedi malam rinai kliwon desa Permanti bisa segera reda dan ada titik terang bersama sebagai solusinya untuk bisa didapat dengan lantunan bersamanya kemesraan ini janganlah cepat berlalu,” singkat Tomi Basilo sambil memilin ujung kumis tipisnya terlihat sudah mulai tumbuh jarang jarang.@Yd,Yid,Yi dan Riles.







