Update Merah Putih, Bakato pituah alias gurindam dua belas orang dahin masa kini menyebut “sejauhnya terbang bangau akhirnya pulang kesarangnya juga”, begitulah bentuk apresiasi dan dukungan diberikan oleh semua Rawang dalam kegembiraan menyambut Pembangunan kembali Instalasi Pengelolaan Air Minum, PDAM Tirta Kahyangan di Desa Simpang Tiga Rawang.

Pasalnya, awalnya dibangun SPAM di Desa Simpang Tiga pada tahun 1980 dijadikan pusat atau induknya PDAM sealam Kincai, tapi sempat dibiarkan terbengkalai tanpa berfungsi secara optimal semenjak puluhan tahun terakhir ini tak ubahnya seperti murinu pandang read-nasib sibatang tebu karena habis manis sepahnya dibiar berserakan tidak tentu pelarah

Ternyata, secara menakjub dan brilian pembangunannya kembali sukses digolkan oleh permainan hetriknya Wako Sungai Penuh, Alfin pada tahun 2026 ini, seiring dengan dua gol besar pembangunan ditorehnya yang bersumber APBN yakni pembangunan Pasar Beringin Kota Sungai Penuh, dan Normalisasi Batang Merao juga berlokasi di Rawang.

Diketahui, dua proyek besar dengan rincian anggaran SPAM 38,8 M dan Normalisasi BM sekitar 10 M di Kecamatan Hamparan Rawang dimasa tarakinai sama besarnya dengan jumlah anggaran Pasar Beringin senilai 48 M tak hanya jadi kegembiraan yang disambut antusias semua Rawang.

Sekaligus dan secara tak langsungnya telah memberi jawaban nyata bahwa Wako Alfin juga peduli dan cinta Taneh Awo dengan banyak sweet memorynya semasa kecil terutama ketika beliau terjun buloik dengan ambun yang tinggi bermain air di Batang Merao. “Adakah kita tau dan sadar bahwa setiap cungguk yang nampak tak semuanya datang dari langit. Mengingat, dimasa tarakinai read-kini semua mesti diperjuang untuk bisa diraih,” sergah hantu bisik ntah dari mana pula datangnya.

Tak heran, mencuap anggapan dari orang dulu selangkah dan terkemuka di Taneh Awo menyebut bahwa pembangunan kembali instalasi pengelolaan air minum di Rawang telah sesuai pada tempat dan ajun semulanya dibangun PDAM sealam Kincai yakni di Desa Simpang Tiga karena Rawang merupakan kawasan genangan dengan keganasan hantu air Batang Merao terbesar sealam Kincai.

Dikabarkan, bila SPAM di Desa Simpang Tiga yang dibangun dengan masa kerja sampai akhir tahun 2026 ini telah beroperasi secara optimal nantinya, maka hasil produksinya tak sekedar mampu mendukung semua kebutuhan air bersih untuk 8 Kecamatan dalam wilayah Kota Sungai Penuh.

Bahkan, IPA baru ini terbangun cukup untuk melayani konsumen dalam Kota Sungai Penuh sebanyam 16.768 SR dengan sisa sekitar 10 SD 15 ltr/det untuk menambah konsumen baru maupun memasok kekurangan air bersih bagi kebutuhan konsumen PDAM Tirta Sakti, Kerinci. Serta diharapkan mampu mendukung pengendalian deras dan debet air yang kerab bersilantas angan mengarus di Batang Merao hingga mengakibat banjir sealam Kincai selama ini.

Begitu pula, kelanjutan dari pembangunan normalisasi BM 2026 juga sedang dalam tahap lelang, diharap mampu menuntas masalah banjir yang sudah menjadi penyakit mengarat sepanjang abadnya masyarakat disepanjang bantalan Batang Merao dalam wilayah Kota Sungai Penuh.

Suksesnya normalisasi BM nantinya, sangat tergantung pada dukungan dan kerjasama antara semua Rawang terutama para hulu balang tunggu negri, karena pengerjaan bisa saja dialihkan pada Kabupaten Kerinci bila terjadi kendala bagi alat berat dan mobil pengangkut kerukan untuk bekerja. Hingga, diketika rapat bersama Rawang secara wanti Alfin mengingatkan Camat dan Ketua IPPR agar semua kandang jawi dan lahan bercocok tanam dipinggir Batang Merao bisa ditertibkan demi kelancaran normalisasi.

Maka, pantas disebut bahwa perjuangan ulet dan alot Wako Alfin mengegolkan pembangunan SPAM dan normalisasi BM merupakan terobosan mendasar dibutuhkan oleh masyarakat dan usaha pertanian dalam mendukung ketahanan Pangan nasional, karena Rawang memiliki lahan sawah terluas dan wadah air terbesar yang mengarus deras di Batang Merao. Amin, semoga. Penulihnya, katakan sajalah orang jauh tapi dekat dihati namanya.@Yf,Yid,Yi dan Riles.