Update Merah Putih, Walau dengan baiyo iyonya read-banget secara berapi Presiden RI, Prabowo menyebut ingin menyelamatkan uang negara dari para Koruptor dan lebih baik uang tersebut diberi kepada rakyat dengan cara meluncurkan ragam program.

Naming, tujuan besar Presiden tersebut masih tetap saja menyisa keluh kesah dan resah gelisahnya masyarakat kecil maupun miskin di Republik ini, karena anggaran yang disalurkan telah dijadikan ajang dan kesempatan mengeruk keuntungan read-korupsi oleh oknum bekerjasama dengan mafia ditingkat daerah.

Mulai dari dugaan terjadinya penyelewengan terkait pelaksanaan program MBG dan Pangan yang disebut sebut sebagai program unggulan nasional karena digelar secara merata, hingga pada penyaluran jenis barang bersubsidi yang katanya bentuk kepedulian terhadap masyakat musekin dan usaha ekonomi lemah.

Wabilkhususnya, peluncuran bendo bersubsidi seperti gas elpiji tabung 3 Kg dan BBM bersubsidi notabenenya program mulia yang digulirkan semenjak Presiden Jokowi ternyata masih tetap saja terlihat kurang ampuh berpihak pada masyarakat musekin terutama di Kincai yakni Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.

Dikabarkan, ada beberapa pangkalan gas elpiji 3 Kg bersubsidi di Kincai menjual kepada pengecer dengan harga diatas 30 ribu rupiah merupakan harga jauh lebih mencekik dari pada harga standar ditetapkan sebesar 20 ribu rupiah. Hingga, penerima manfaat terpaksa membeli pada pengecer diatas harga dijual oleh pangkalan

Bahkan, gas elpiji bersubsidi tersebut juga dimanfaat oleh usaha besar termasuk golongan menengah keatas dikenal dengan kebanggaan juragan dirumah masingnya bukan main ingin dipanggil dengan sebutan papi dan mami sebagai kelompok tak termasuk kriteria yang berhak sebagai penerima subsidi dari Pemerintah.

Begitu pula, BBM bersubsidi termasuk jenis bio solar masih tetap terlihat dijual dengan cara bersilantas angan oleh pengecer di Kota Sungai Penuh maupun Kabupaten Kerinci terutama ditiap penjuru dan pelosok yang jauh dari pantauan pihak berwajib.

Hebatnya permainan mafia minyak bersubsidi ini tak sekedar berlaku pemasok bagi usaha usaha besar di daerah maupun luar daerah. Namun, dikabarkan komunitas mafianya juga memasok BBM jenis bio solar bersubsidi dan minyak baku dari luar daerah yang diolah oleh para ahli terlatih secara otodidak di Kincai.

Wajar kiranya, bila ada anggapan menilai bahwa selain minyak tersebut didapat dengan modus secara berulang tiap harinya mengisi di Pertamina mengguna kendaraan khusus telah dirakit tengnya dengan isi lebih, dan diduga keras adanya permainan kerjasama dengan beberapa pertamina nakal yang beroperasi di Kincai seperti terjadi dimasa sebelum ini.

Buktinya, tak sedikit Pertamina yang beroperasi di Kincai yang mendapat teguran dari pihak berwajib. Bahkan, sempat ditemukan beberapa derigen minyak bersubsidi oleh pihak berwajib dilokasi yang berdekatan dengan lokasu salah satu Pertamina yang meindikasikan di Pertamina lainnya mungkin juga terjadi demikian.

Untuk itu, diminta kepada unsur Forkopimda terutama APH agar segera menyisir dan menindak tegas bila ditemukan adanya kejanggalan pelaksanaan dan penyaluran barang bersubsidi seperti gas elpiji 3 Kg, BBM termasuk bio solar bersubsidi demi efektifnya manfaat bagi rakyat dan masyarakat tak mampu di Republik ini. Amin semoga, bersambung. Penulihnya, katakan sajalah orang jauh tapi dekat dihati namanya.@Yd,Yid,Yi dan Riles.