Update Merah Putih, Menyimak apa telah dilansir oleh Media Sorak Lintera terkait kejanggalan pengerjaan pembangun gedung ICU dua lantai dengan sumbernya Ketua GNPK RI bung Yusuf Basri yang kerab dipanggil dengan sebutan andak Yusuf oleh kalangan aktifis sealam Kincai.
Pantauannya di lapangan menunjukkan adanya pekerjaan yang dinilai tidak memenuhi standar teknis sebagaimana yang telah ditetapkan dalam dokumen kontrak. Sejumlah warga menduga pekerjaan dilakukan asal jadi tanpa memperhatikan kualitas konstruksi.
Bahkan, dengan tegasnya Andak Yusuf menyatakan siap mengawal dan mengumpulkan data tambahan untuk memastikan proyek tersebut berjalan sesuai ketentuan.
Seiring dengan itu, awak Media Update Merah Putih mendapat info dari salah seorang sumber yang layak dipercayai bahwa diduga jenis dan merek atap dan Volume atap yang dipasang tak sesuai menurut dokumen kontrak.
Lanjutnya, rangka baja yang digunakannya juga tak memenuhi standar lazimnya digunakan kontraktor akal yakni produk Jambi, mestinya menggunakan rangka baja SN Standar Nasional dengan merek huruf timbul produksi dari pulau Jawa.
“Termasuk, pembangunan gedungnya dengan anggaran mencapai 2,5 M terkesan asal jadi. Buktinya, pada bagian pengerjaan gedung telah dicat ditemukan adanya beberapa keretakan,” imbuh sumber.
Sumber lainnya menyampaikan bahwa sampai basikambutnya read-heboh kalangan terhadap dugaan basikahutnya read-rancu atau janggal pengerjaan gedung ICU dua lantai juga karena pengalaman dari pekerjaan digelar oleh ARL selaku direktur CV Satu Putra yang dikenal ahli dalam soal pasang material duplikat.
“Pengalaman dari nekadnya ARL memanipulasi jenis batu granit untuk lantai bangunan milik Pemkot beberapa tahun yang lalu membuat banyak kalangan meragukan hasil pekerjaannya bahkan ingin membongkar setiap kejanggalan pengerjaan yang digelarnya,” ketus sumber.
Sumber menjelaskan lagi, tidak transfarannya pelaksana yang selalu mengelak dan terkesan tak bersahabat ketika ditemui untuk dikonfirmasi merupakan salah satu indikasi terjadi adanya dugaan kejanggalan pekerjaan yang ingin ditutup tutupinya.
“Bila ditelusuri lebih dalam dan detailnya, bisa jadi banyak dugaan kejanggalan pekerjaan yang bisa ditemukan. Semoga, pengawas dan PPK nya bisa memahami dan menyadari untuk segera ditindak lanjut pembenahannya,” pungkas sumber.
Sampai berita ini ditayangkan, PPK dan pengawas pekerjaannya belum bisa ditemui untuk didapat konfirmasinya, sedangkan ARL aduhainya ketika dihubungi Via HP ternyata tak memberi klarifikasi terkait konfirmasi yang dikirimkan Via Chating, bahkan terkesan kurang bersahabat. Bersambung.@Yd,Yid,Yi dan Riles.







