Update Merah Putih, Bakato pituah notabenenya gurindam dua belas orang dahin masa kini dari negeri Melayu daun kopi alias daun serbuk kawo gedang kecik sitelur ayam dilihat juga pada sebesar apa anak ayamnya yang ditetas, dan sejauhnya pejalan hidup kita tetap pada apa dilihat serta diketahui yang ditanya orang.

Begitu pula, terkait simunting kita read-Bung Supriadi Kades Pelayang Raya, Kecamatan Sungai Bungkal selaku penunggu pematang yang sempat Viral dengan ragam penilaian dan alasan yang diberi oleh publik menyangkut kerjanya memimpin masyarakat tanah bersudut empat yang incut Desa Pelayang Raya.

Untuk itu, awak Media Update Merah Putih berusaha menyiasat dan menjeraminya read-telusur dengan cara mendatangi dan menyaksi langsung apa sih ataukah ada apanya dong dikerjakan oleh Supriadi selaku salah seorang Kades Kota Sungai Penuh yang disebut sebut memiliki tuah sepakat tak lapuk diar dan tak lekang dipanas.

Awalnya, telah disaksi langsung bagaimana kooperatifnya Supriadi ketika menunjuk data otentik sebagai bukti pengembaliannya ke kas negara terkait adanya temuan dari hasil pemeriksaan Inspektorat menyangkut penggunaan dana desa sebagaimana kewajiban sama yang ditunjukkan oleh Kepala Desa lainnya ketika ada temuan.

Kemudian, dirinya juga selalu ada dan berada dikantor desa disaat berkali ditemui, meski terkadang nada hp nya menyebut sedang sibuk atau diluar jangkauan, misalnya. Bahkan, hubungan kerjanya terlihat sangat harmonis dan akrab dengan bawahan beserta para staf dikenal aduhai lenggok itik selatinya.

Hari ini, Selasa 23/12 Pemerintah Desa Pelayang Raya menggelar penanaman 4 kilo bibit jagung hibrida untuk pakan ayam diarea seluas 1 hektar bertempat di bukit sarang tupai, Dusun Sungai Akar sebagai wujud komitnya mendukung astacita Presiden RI Prabowo guna meningkatkan Ketahan Pangan.

Acara perdana Penanaman Jagung dikelola oleh Bumdes Sejati Makmur Desa Pelayang Raya juga dihadiri oleh Camat Sungai Bungkal, Polsek beserta jajarannya, Koramil beserta jajarannya, PKK, BPD, Staf dan perangkat desa termasuk tokoh masyarakat selaku ulu balang yang memenggal putus dan memakan habis ditengah larik dan dusun Sungai Akar.

Dikabarkan Desa Pelayang Raya menganggar dana sebesar 153 juta rupiah Pagu untuk Ketahanan Pangan yang dibagi dalam 3 item pengerjaan yakni 20 % untuk penanaman Jagung, penggemukan sapi sebanyak 2 ekor dan selebihnya digunakan untuk penetasan ayam petelur.

Terkesan lambatnya beberapa program digelar oleh Pemerintah Desa Pelayang Raya alasannya sama dengan desa lainnya sempat terkendala karena adanya perubahan APBDesa. Bahkan ada belasan Desa tak bisa melanjut programnya karena keterlambatan pengajuan sarat administrasinya.

Hingga, dalam beberapa hari ini Pemerintah Desa Pelayang beserta staf dan perangkat desanya terpaksa bersitunggit siang dengan malam harus kedahit dan kedahat menyelesaikan beberapa program desa yang mesti dituntaskan karena dikejar waktu yang sudah memasuki masa akhir tahun.

Adapun skedul desa Pelayang Raya kedepannya, Rabu 24/3 menggelar pembagian BLT dan sosialisasi penanggulangan Narkoba, Sabtu 27/12 pelatihan peningkatan kafasitas pengurus Bumdes, Senin 29/12 pelatihan aplikasi sigadis Jambi dan administrasi dasa wisma serta pelatihan sosialisasi persampahan, Selasa 30/12 peningkatan kafasitas aparatur desa, dan setelah itu mungkin staf dan perangkat desa akan berucap sama senggol dong pak Kades kita yang ganteng guna menyambut datangnya tahun baru 2026. Amin semoga sukses.@Yd,Yid,Yi dan Riles.