Update Merah Putih, Tak salah kiranya banyak kalangan menyebut bila masuk juragan dolar ilegal dengan khasnya beco read-tas kecil berkebat dipinggang dan kain sarung menggumpal yang berselempang dileher katanya puseko moyang sebagai pelaris dagang, maka bisa rusak tiap transaksi dan harga pasaran ditengah balai.

Saking dahsat spikulannya, membuat para pengelola pangkalan gas elpiji dan penyalur bio solar bersubsidi seperti daerah Pesisir Selatan, Sumbar negeri tersohor kental dengan adat dan agamanya sampai tak ingat lagi untuk berucap sambil istigfar ketika melihat angko besar yang menggiur secara tunai ditawarkan oleh juragan dolar tersebut.

Dikabarkan, bahwa setidaknya dua kali dalam seminggu gas elpiji 3 Kg dan biosolar bersubsidi dari Pesisir Selatan masuk di Kota Sungai Penuh dan Kerinci mengguna truck dan pick up tertutup.berhasil mulus melewati pos pos restribusi bermerek cap jempol dengan sandinya “ada ubi ada talas”, kali.

Padahal, aturan pendistribusian barang bersubsidi sangat ketat secara nasional sampai titik pendistribusian terakhir yakni pihak penerima mafaat ditiap daerah. Namun, kepedulian Pemerintah terhadal masyarakat kecil tersebut tetap saja berselweran diedar pada orang tak berhak menerimanya.

Kenyataan tersebut pernah diakui langsung para saudagar ketika digelar sidak oleh tim Pangan Pemkot beberapa tahun lalu bahwa gas elpiji bersubsidi yang dijualnya dipasok dari Sumbar. Bahkan, diduga sampai saat ini tak sedikit kedai dan ruko di Kota Sungai Penuh menjual gas elpiji yang berasal dari Pesisir Selatan, Sumbar.

Meski, disatu sisi bisa dimaklumi bila ada diantara tunggu negri yang baru setengah jadi daya dan kualitas pemahamannya mau langsung coba ingin membusung dada sekaligus ambil muka menyebut apo salahnyo bila kegiatan ilegal tersebut menguntungkan bagi masyarakat Kinci?

Dibagian lainnya, aksi tersebut tak sekedar merugikan warga Pessel, tapi yang lebih pentingnya lagi adakah diantara kita selaku uhang Kinci yang mau mengaji dan memikirkn kira kira apa sih yang digelapkan lagi dari Kinci ketika mobil pengangkutnya kembali atau mau berangkat ke Pessel?

Tanpa bermaksud menjastifikasi telah terjadi ada apanya dong antara pemain ilegal Kinci dengan kaban pemain ilegal di Tapan. Hingga, terkesan masing penunggu pematang telah seluku sepakat menyebut nyah ineh ulau itoh alias take and give yang penting bisa saling menguntungkan.

Menurut beberapa sumber yang layak dipercayai didapat keterangan bahwa diduga tak sedikit alat pertanian termasuk pupuk, rokok ilegal dan kendaraan roda dua tanpa surat berasal dari Kinci laris laku terjual didaerah Pessel serta Muko Muko dimasa beberapa tahun terakhir ini.

Aksi merugikan daerah Kinci tersebut, dikabarkan sempat berlangsung secara berulang dipasok kewilayah Pesisir Selatan dan Muko Muko oleh para pemain ilegal dari Kinci dengan alasan masuk akal bahwa alat pertanian tersebut tidak digunakan oleh kelompok tani, lantaran dugaa berdirinya beberapa kelompok di Kinci semata guna bisa mendapat kucuran bantuan.

Realita ini, hendaknya bisa menjadi perhatian segera antara Pemerintah daerah Pesisir Selatan bersama Muko Muko dengan Pemerintah daerah Kota Sungai Penuh bersama Kabupaten Kerinci dengan mengutip apa kata Ahok tak ada ceritanya negara ini kalah dari preman. Amin semoga, penulisnya katakan sajalah orang jauh tapi dekat dihati namanya.@Yd,Yid,Yi dan Riles.