Update Merah Putih, Ntah murka apa pula dibawa oleh LSM Pedas dan LSM Fakta, hingga tetap memilih ingin kepung dan sorak Imigrasi Kerinci ketimbang harus menerima tawaran dari petugas Imigrasi yang mengajak pendemo untuk menggelar audiensi didalam ruangan. Selasa 33/7.
Tak peduli waktu demonya harus tertunda dari rencananya pagi hingga digelar siang harinya, dan masingnya rela berada ditengah terik mata hari secara baiyo iyo para orator aksinya sembur kinerja pejabat dan staf Kantor Imigrasi Kerinci dengan berbagai dugaan kejanggalan dari semestinya terkait pengurusan Paspor.
Terkesan, tak bisa menunggu hari besok materi demo dimuat wajib banget diketahui oleh publik yang harus dibenahi segera oleh petugas Imigrasi Kerinci tanpa harus dibahas secara bersama diatas meja, apalagi sampai terpesona oleh kijok mato dengan permainan tangan didalam laci meja, kali.
Hingga membuat publik yang menyaksi termasuk pihak Polres bersama Polsekta beserta dari Kodim yang ikut mengaman demo jadi fokus menyimak satu persatu persoalan bertulis dicopian lembaran HPS yang disampaikan oleh LSM Pedas bersama LSM Fakta
Dalam orasinya Yan Lombok read-Lembok dan Rosilia Anggraini silih berganti mencecar petugas Imigrasi terkait pengurusan Paspor yang dinilai berbelit, dugaan adanya Pungli dan penambahan sarat dianggap mengada, serta meminta agar pihak pengawas beserta APH mengaudit kinerja Imigrasi Kerinci.
Bahkan, para orator kenamaan tersebut juga menyampaikan untuk data dan dokumentasi lebih detailnya termasuk Video terkait kejanggalan dilakukan oleh Kantor Imigrasi Kerinci bisa diketahui dan dibuka nantinya dalam laporan disampaikan kepada pihak Polres Kerinci.
Sementara itu, mewakili petugas Imigrasi menyampaikan bahwa terkait pengurusan Paspor telah digelar menurut SOP sesuai dengan juknisnya Perpres dan Kementerian Imigrasi.
Menurutnya lagi, beberapa syarat tambahan seperti rekening koran tujuannya guna memastikan kesiapan bagi keselamatan pengguna ketika berada diluar negeri.
“Beberapa kriminal terjadi di negara Kamboja seperti penjualan organ (organ trafficking) atau komersialisasi organ jangan sampai dialami oleh pelancong maupun TKI dari Kerinci. Maka, diperlukan sarat tambahan adanya rekening koran,” jelasnya.
Demo yang berlangsung okey punya tersebut juga diisi beberap sesen diantaranya keluh kesah Yan Lombok terkait puteranya sedang berada di Malaysia, dan Mbak Rosilia berdiskusi terkait Paspor Manualnya berlaku untuk masa 10 tahun sementara dimasa tarakinainya read-kini sudah ada Paspor Elektronik.
Tak ketinggalan Wo Elpi aduhai ganteng dengan siaran lanjahnya read-langsung terlihat eksis dan mendayu dayu mengudara dengan slogannya yang sudah tak asing lagi bagi netizen yakni agar jangan ada dusta diantara kita.@Yd,Yid,Yi dan Riles.







