Update Merah Putih, Menindak lanjuti dan menelusuri tayangan Video langsung dari aktivis “tido mudik kalau tugas negri belum selesai” bung Ikhsan Mukhlisin Alatas beberapa waktu lalu menyangkut beberapa kejanggalan menurut kasat mata terkait pembangunan Pasar Beringin Jaya, Kota Sungai Penuh
Pada tayangannya, Bung Ikhsan Mulhlisin Alatas mempertanyakan kenapa pasangan besi tiang lantai dua bangunan yang berada didepan toko emas Budi Agung terlihat agak miring, dengan ulasan bla bla katanya meminta agar pihak berwajib turun tangan.
Setelah tiang lantai duanya dicor, Jumat sore 19/7 ketika digelar investigasi langsung dilapangan ditemukan adanya kejanggalan dari tegak lurusnya antara tiang lantai satu dengan lantai dua bangunan karena sepintasnya terlihat agak sedikit miring.
Selanjutnya, ditemukan juga dugaan kejanggalan pada pengecoran dinding teras lantai dua dilokasi sama terlihat ada banyak rongga antaran coran material kerikilnya tanpa terpadu padat secara meratanya. Kondisi demikian terjadi sama pada siku balok atau tiang horizontal lantai dua bangunannya ketika setelah dibuka papan mal corannya.
Menurut salah satu sumber dipengerjaan demikian bisa dipertanyakan pada pak Torik salah seorang pengusaha galian C di Sulak selaku unit yang dipercayai menggelar pengadaan untuk seluruh pengecoran Pasar Beringin Jaya.
Terlepas apapun dalih disampaikan pelaksananya, namun pelaksana mesti bertanggung jawab penuh terhadap pengerjaan. Apalagi terkait bangunan besar ditengah keramaian umum atau pasar tak sekedar harus dipertanggung jawab secara tekhnisnya saja, bahkan mesti memenuhi unsur kerapian dan etitud kerja.
Lemahnya etitud kerja pembangunannya terlihat jelas pada masih adanya tumpukan material galian dan rongsokan bangunan lama disekitar bangunan, seperti lokasi pembangunan berada didepan toko obat Usaha Baru.
Tak hanya disitu saja, pembangunan dijadwal selesai bulan Agustus ini ternyata sebagian pengerjaannya masih ada yang berotak atik pada pembangunan tiang lantai satu seperti bagian bangunan yang berhadapan dengan lapangan merdeka.
Hasil investigasi juga menemukan, bahwa terkesan pelaksananya masih pelit terhadap pekerja dan buruh lokal telah mendapat sertifikasi daerah untuk bekerja sebagai buruh bangunan. Buktinya, buruh atau pekerja umumnya berasal dari luar daerah.
Dibagian lainnya lagi, mungkin lantaran pengerjaannya terdesak oleh waktu, terlihat mulai ada upaya pelaksana memberikan buah ujung pada Alung kontraktor lokal sileher beton sfesialis bangunan gedung tahan sepuh dan tahan takuk read-amer dikenal sebagai jemaahnya ketua balik subuh telah dipercayai untuk menyelesaikan urusan pengerjaan lantai dua.
Sampai berita ini ditayangkan ternyata kontak HP awak Media UMP belum bisa konek dengan orang namanya Ikbal ada apanya dong dan bagian Humas aduhainya yang disebut sebut sebagai orang kepercayaan pelaksana untuk menangani masalah konfirmasi wartawan, meski telah berkali dihubungi untuk mendapat konfirmasi selama ini.@Yd,Yid,Yi dan Riles.







