Update Merah Putih, Rupanya kekhwatiran aktifis Cap Mau yang bermarkas dikedai kopi setengah air penuh tak lah muluk muluk dan hampir jadi kenyatan menyangkut lambannya aktifitas tahapan pengerjaan Pasar Beringin Jaya, Sungai Penuh senilai 48 M.
Pasalnya, diakhir bulan kedua masa pengerjaan ternyata pihak pelaksananya masih bersikabut read-sibuk bagaimana bisa mendapat solusi penggalian lubang untuk tiang pancang pondasi, karena alat bor manual digunakan hanya bisa menggali sampai kedalaman 3 meter. Hingga akhirnya didatangkan alat bor hidrolik dari pulau Jawa.
Bahkan, ketika itu Indra Komano President Direktur Petisi Sakti Kerinci sampai bersikambut read-heboh meminta Kementerian terkait termasuk Pemkot Sungai Penuh supaya menegur pihak pelaksana agar segera mempercepat penyelesaian tahapan pengerjaan Pasar Beringin Jaya.
Terbukti, kini sudah bulan keempat masa pengerjaan ternyata beberapa tiang pancang pondasi masih ada yang belum dipasang. Kenyataannya bisa dilihat masih menumpuknya tanah dan bongkahan batu seperti cungguk bukit sarang tupai dalam area pengerjaan.
Tak ketinggalan, H. Nopal big bos dari PT katakanlah aduhai namanya selaku pelaksana ketika dikonfirmasi bukan main mendayu dayu dengan penuh percaya diri menyampaikan bahwa pelaksanaan telah dikerjakan menurut tahapan dan juknis yang ditetapkan, dan tidak masalah.
Begitu pula, Dinas beserta ladyng sektor terkait telah baiyo iyonya menyebut lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali dengan mengundang Wako Sungai Penuh Alfin melakukan peletakan batu pertama pembanguna Pasar Beringin Jaya ketika beberapa minggu lalu.
Sementara itu, salah seorang peduli pembangunan sealam Kincai yang enggan disebut jati dirinya menyampaikan bahwa keterlambatan tahapan pengerjaannya diduga karena adanya unsur kesengajaan dari pihak Pelaksana. “Biasanya, bila pemenang lelang dengan banting harga tinggi pasti pekerjaannya tak pernah tuntas. Apalagi bantingan harga mencapai 9 M seperti pelaksanaan pasar Beringin Jaya,” ketusnya.
Kenapa sampai hatinya disebut demikian? Karena, katanya namanya pemborong pasti akan mencari profit besar. Maka, untuk bisa mendapat untung besar dalam pelaksanaan proyek banting harga adalah pada pekerjaan strukturnya saja. Hingga sampai finishingnya merupakan sesuatu tak wajib untuk diselesaikannya.
“Ya, kita menduga pelaksanaan Pasar Beringin Jaya akan tuntas pada pengerjaan strukturnya saja, seperti pengerjaan pondasi, tiang sampai atapnya saja. Gelagatnya bisa dilihat dari tahapan pengerjaan yang sudah diselesaikan selama 4 bulan ini dengan masa pengerjaannya 10 bulan,” terangnya.
Tidak tanggung tanggung, dikabarkan juga sang peduli pembangunan berani taruhan bahwa bakal mangkraknya pembangunan Pasar Beringin Jaya terancam mangkrak. “Kita siap main kalau ada mau makan opor 10:1 untuk mangkraknya pembangunan pasar beringin jaya,” ketusnya.
Wah gawat ini, hendaknya segera ada aksi nyata dari Kementerian terkait dan Pemkot Sungai Penuh terhadap pelaksana Pasar Beringin Jaya demi percepatan pembangunan daerah Kota Sungai Penuh.@Yd,Yid,Yi dan Riles.







