Update Merah Putih, Adanya penegasan dari Wako Alfin agar masyarakat bisa menjaga stabilitas daerah demi kemurahan hati Pemerintah Pusat termasuk Provinsi untuk merealisasikan setiap proposal pembangunan yang diajukan oleh Kota Sungai Penuh.

Ternyata, mampu dijawab dengan dengan kenyataan yang ditunjukkan oleh masyarakat Kumun ketika menerima dan mendukung pelaksanaan P3A gelombang ke 2 yang digelontorkan oleh BWS untuk Tiga Desa Kumun, bahkan masyarakat rela menyerah dan memberi lahannya terkena area pembangunan Got bagi pelaksanaan P3A.

Hebatnya lagi, kelompok pelaksananya juga konsisten menggelar pembangunan menurut RAB dan juknisnya dengan penuh rasa tanggung jawab tak ubahnya seperti menunjuk tanggung jawab terhadap pembangunan milik pribadi dengan kualitas pengerjaan tak perlu diragukan lagi.

Kenyataan tersebut bisa dilihat pada megah dan wahnya pelaksanaan P3A yang digelar di Tiga Desa Kumun yakni Desa Hulu Air, Desa Sandaran Galeh dan Desa Kumun Hilir yang diharapkan mampu mendukung pengairan bagi usaha dan lahan pertanian masyarakat.

Kinerja berkualitas kelompok pelaksana P3A Kumun diakui langsung oleh Rama Iramawan yang dijuluki dengan sebutan Ketua Balik Subuh karena hobynya mencari dan mencongkel sarang belut bersungut ditengah sawah yang lambok basah diketika malam hari.

Dijelaskannya, dari sekian pelaksanaan fisik P3A di Kota Sungai Penuh maupun Kerinci hanya pengerjaan di Kumun yang pantas memiliki nilai lebih dari lainnya.

“Selain pelaksanaannya memenuhi RAB, dan kelompok pelaksananya juga senantiasa memantau serta menguasai kualitas dari pelaksanaannya,” kata Rama Irawan.

Termasuk penempatan lokasi pengerjaan, katanya benar benar memenuhi kehendak dan kebutuhan pengairan pertanian masyarakat, termasuk membuka akses jalan bagi masyarakat dan Pemerintah Desa.

“Keterbatasan anggaran untuk setiap pelaksanaan P3A terkadang membuat kelompok pelaksana menggelar rumus mano tibo yang penting pekerjaan bisa digelar dan diselesaikan. Tapi, beda halnya dengan Tiga Desa di Kumun, terkesan semua terencana dan digelar dengan penuh rasa tanggup jawab terhadap kebutuhannya pertanian masyarakat,” singkatnya.

Demikian diakui oleh Kades Sandaran Galeh Amrizal S.Ag yang juga Ketua APDESI Kota Sungai Penuh, ditambahkannya pelaksanaan P3A di Tiga Desa Kumun sudah dianggap bagian tugas dan kerja bersama semua Kumun dalam membangun pertanian masyarakatnya.

“Mulai perencanaan, pengajuan proposal sampai pengawasan bagi pelaksanaannya yang sudah mencapai 50- 60 % tak luput dari keikutsertaan Pemerintah Desa, adat dan tokoh masyarakat dengan bersama bagaimana P3A bisa berlangsung secara berkualitas yang ada manfaatnya bagi pengairan pertanian masyarakat Kumun khususnya dalam lingkup Tiga Desa,” pungkas Amrizal yang diangguk dengan baiyo iyonya oleh Kades Hulu Air Jonimo Hendra,S.Sos sambil memilin ujung kumis tipisnya terlihat sudah mulai tumbuh jarang jarang @Yd,Yid,Yi dan Riles.