Update Merah Putih, Tak salah kiranya banyak kalangan menyebut bahwa permainan mafia rokok di Indonesia tak sekedar rapi dan tersistim saja, bahkan pemasok dan distributor rokok tanpa cukai tersebut tak pernah kehilangan akal untuk bisa memuluskan aksi mengeruk keuntungan besar yang merugikan negara.
Kendati, Menkeu RI Purbaya telah mengeluarkan ultimatum keras dengan ancaman pidana diikuti dengan pemeriksaan ketat dipelabuhan Merak Bekahuni yang disebut sebut sebagai jalur utama transportasi pengangkutan rokok ilegal dari pulau Jawa ke pulau Sumatera.
Tapi, rokok ilegal tetap saja langgeng dengan bersilantas angan masuk dan beredar di Sumatera, khususnya dalam wilayah Kerinci dan Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi. “Wah ada apa pula ini, and seru main kayaknya, Kaw,” sergah Hantu Bisik ntah dari mana pula datangnya.
Menurut beberapa sumber yang layak dipercayai, didapat keterangan bahwa semenjak hebohnya masalah rokok ilegal dan ketatnya pemeriksaan di pelabuhan Merak Bekahuni para pemasok rokok ilegal mengalihkan jalur transportasi melalui pelabuhan alternatif di Jawa ke pelabuhan yang ada di Sumatera tanpa singgah di Pelabuhan Bekahuni.
Ia juga menyampaikan bahwa aksi bulus ini bisa berjalan mulus, tentu tak lepas dari adanya kijok mato permainan nyah ineh ulau itoh alias take and give antara mafia rokok dengan petugas bea cukai sumatera yang dikenal sebagai pemain lama dan utama terkait barang ilegal seperti rokok ilegal serta jenis lainnya.
“Selain melalui beberapa pelabuhan resmi nasional yang ada di Sumatera, masuknya rokok ilegal dari pulau Jawa juga melalui dermaga persinggahan kapal seperti di beberapa pelabuhan Provinsi Jambi negeri tersohor dengan kawasan nomor dua setelah Batam bebas beredar barang smoker tak ada cikunuknya read-pajaknya se Sumatera,” kata Sumber.
Lanjutnya, rokok ilegal tak hanya bisa bebas masuk dari pelabuhan di berbagai penjuru sudut pulau Sumatera, bahkan diduga aparat bea cukai ikut memberi informasi terkait kondisi rawan seperti akan ada rahazia kepada pemasok dan distributor yang dianggapnya baik hati dan selalu berbuat lebih karena tebal amplopnya.
“Sebelum digelar rahazia selama ini, ada beberapa jenis rokok ilegal lenyap dari peredaran dan tak beredar ditokoh maupun kedai, kuat dugaan demikian karena disributor dan pemasoknya sudah mendapat info lebih dulunya dari pihak bea cukai bahwa akan ada rahazia,” terang sumber.
Berdasarkan pantauan sekilas awak Media Update Merah Putih hari ini, Senin 27/4 di Kota Sungai Penuh masih terlihat beredar rokok ilegal tanpa cukai seperti merek Menchester dan lainnya.
“Saya beli rokok murah bernerek Menchester ini di dusun, dan semua jenis rokok ilegal masih dijual didusun, sementara dipasar Kota Sungai Penuh susah didapat, pun ada kita terpaksa kulur kilir lebih dulu mencari di tokoh dan kedai terselubung,” singkat salah seorang pengudut read-perokok berat yang berstatus ASN di Kota Sungai Penuh.
Realita ini, hendaknya segera diketahui oleh Menkeu RI sekaligus bagi pihak berwajib demi menyelamatkan uang negara dari tangan koruptor dan juga kebocoran kemasukan negara ulah maraknya permainan ilegal.@Yd,Yid,Yi dan Riles.







