Update Merah Putih, Disebut Medan Kota terbesar Sumatera dan Nomor Empat terbesar se Indonesia. Tentu, keharmonisan ditengah kemajemukan dengan segala keragamannya tak perlu diragukan lagi karena semua suku dan agama tergabung dalam satu kata selamat datangnya “Ini Medan Bung”.

Saking Indonesia bangetnya Ini Medan Bung, tak hanya disetiap sudut dan penjurunya seantero nusantara dikenal tangguh persadaannya halak kita ketika berjuang bersama warga dan masyarakat setempatnya demi terselenggaranya hidup dan penghidupan yang layak di Republk ini.

Namun, andil dan partisipasinya halak kita dalam pembangunan dan Pemerintahan maupun kehidupan sosial bermasyarakat telah diakui dan mendapat apresiasi dimana mana daerah.

Bahkan, berkat potensi dimiliki oleh halak kita dari muslim maupun non muslim telah berpengaruh besar terhadap kemajuan Republik ini dari masa kemasanya, terutama dalam semangat Indonesia Emas 2045 menuju Negara Maju dan Besar dunia.

Dengan mengenyampingkan dulu keteledoran kebijakan Wako Medan yang sempat membuat Kota Medan bergejolak dengan sedikit aduhainya, karena di penilaiannya para pemikir dan pembesar halak kita bahwa tragedi ada apanya dong ini sesungguhnya guna memecahkan persatuan dan keharmonisan tangguhnya Medan.

Alhamdulillah juga, Opung Luhut Binsar Panjaitan sang pemikir berilian sesepuhnya halak kita bisa selamat dari adu domba bertujuan semata guna mengebirikan andil besarnya yang terbukti mampu membuat bangsa dan negara ini bisa duduk sama rendah dan tegak sama tinggi dengan negara dunia Internasional lainnya.

Sampel tersebut dengan beberapa kejadian heroik lain diluar perkiraan yang sempat menjadi trending topik nasional, mestinya jadi pelajaran bagi kehati hatian semua halak kita, meski penulis tak bermaksud menyebut bahwa ada dugaan bahwa kita adalah salah satu sasaran harus dihancur dan diporak porandakan oleh kelompok tertentu.

Tapi, alangkah baiknya diharapkan kepada semua persadaan halak kita dari komunitas muslim maupun non muslim dikenal ada isi kepalanya agar tetap dan senantiasa selalu mempertahan kekompakan maupun persatuan sesama dan antara sesama halak kita dari Sumatera Utara.

Mengingat, ada sebuah teori menyebut bahwa secara diam diam angin terlihat sepoy tiap waktunya dalam waktu seketika bisa saja mengumpul dan menghapuskan tumpukan debu, meski terkadang berada di ketinggian.

Hidup ini memang tak ada mesti ditakuti selagi semua berjalan diatas relnya, tapi namanya hidup perlu kehatian dan kejelian menyikapi setiap hal serta kejadian yang dikenal dengan istilah alam terkembang tempat kita berguru.

Akhirul salam terucap salam persadaan halak kita Horas Majua Jua dan Yaouhu, dengan harapan kompak dan bersatu kembali semua Medan, Ya inilah Medan Bung. Penulisnya katakanlah orang jauh tapi dekat dihati namanya.@Yd,Yid,Yi dan Riles.