Kerinci, 2 Juni 2026 – Sebanyak 50 peserta yang terdiri atas guru, pustakawan, dan penggiat literasi mengikuti kegiatan Penguatan Literasi yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kerinci. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan budaya baca dan literasi di tengah masyarakat.

 

Kegiatan yang berlangsung dengan penuh antusias tersebut menghadirkan dua narasumber berkompeten di bidang literasi dan perpustakaan, yakni Afrizal dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Jambi serta Fitri Handayani, Ketua Program Studi Ilmu Perpustakaan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci. Keduanya berbagi wawasan, pengalaman, dan praktik baik dalam mengembangkan gerakan literasi yang berkelanjutan.

 

Materi yang disampaikan mencakup berbagai strategi peningkatan minat baca, perluasan akses informasi, penguatan peran perpustakaan, hingga pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana pendukung literasi di era modern.

 

Dalam pemaparannya, para narasumber menegaskan bahwa literasi merupakan fondasi penting dalam membangun masyarakat yang cerdas, kritis, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Berbagai tantangan dalam meningkatkan budaya baca masyarakat juga menjadi perhatian utama dalam diskusi yang berlangsung interaktif.

 

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kerinci, Hermudin, S.Pd., M.Si., mengatakan bahwa literasi memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperkuat daya saing generasi muda di masa depan.

 

“Literasi bukan hanya kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami, menganalisis, serta memanfaatkan informasi secara tepat. Karena itu, peningkatan literasi harus menjadi tanggung jawab bersama antara sekolah, keluarga, perpustakaan, dan masyarakat,” ujarnya.

 

Menurut Hermudin, penguatan literasi merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan kemajuan daerah di masa mendatang.

 

“Melalui budaya literasi yang kuat, kita dapat melahirkan generasi yang kreatif, inovatif, dan memiliki kemampuan berpikir kritis. Literasi adalah modal utama dalam menghadapi tantangan global sekaligus mendorong kemajuan daerah dan bangsa,” tambahnya.

 

Sementara itu, Afrizal menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyukseskan berbagai program literasi.

 

“Gerakan literasi tidak dapat berjalan sendiri. Diperlukan sinergi antara lembaga pendidikan, perpustakaan, pemerintah, dan masyarakat agar budaya membaca dapat tumbuh serta berkembang secara berkelanjutan,” katanya.

 

Senada dengan itu, Fitri Handayani menyoroti pentingnya inovasi dalam pelaksanaan program literasi di era digital. Menurutnya, perkembangan teknologi harus dimanfaatkan sebagai peluang untuk memperluas akses masyarakat terhadap informasi dan pengetahuan.

 

“Pemanfaatan teknologi harus menjadi sarana untuk meningkatkan minat baca dan belajar. Perpustakaan maupun sekolah perlu menghadirkan layanan yang kreatif, inovatif, dan mudah diakses agar masyarakat semakin dekat dengan sumber informasi yang berkualitas,” ungkapnya.

 

Dalam sesi diskusi, peserta turut membahas berbagai strategi peningkatan literasi masyarakat, mulai dari penguatan program literasi sekolah, penyediaan bahan bacaan yang berkualitas, pengembangan layanan perpustakaan, hingga penyelenggaraan kegiatan literasi yang menarik dan berkelanjutan.

 

Kegiatan berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif dari seluruh peserta. Forum ini diharapkan dapat memperkuat komitmen bersama dalam membangun budaya literasi, baik di lingkungan pendidikan maupun di tengah masyarakat luas.

 

Melalui keterlibatan aktif guru, pustakawan, pemerintah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya, penguatan literasi di Kabupaten Kerinci diharapkan mampu melahirkan masyarakat yang lebih cerdas, produktif, dan berdaya saing tinggi dalam menghadapi tantangan masa depan.(EL).