Update Merah Putih, Tabiat para mafia rokok semakin aduhainya. Dengan ditetapkannya Mei 2026 ini sebagai batas terakhir diberi kesempatan beredar rokok ilegal Rileg tanpa cikunuk read-cukai oleh Menteri Keuangan RI Purbaya Sadewa.

Ternyata tak sedikitpun membuat gentar para Mafia rokok selaku komunitas dikenal cukup rapi dan terkordinir permainannya karena semua unsur terkaitnya sudah kecanduan mengeruk untung besar dari uang angek read-haram dari transaksi bisnis Rileg.

Buktinya, sampai hari ini Rabu 13/5 2026 di Kincai yakni Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi masih bergentayangan dan marak peredaran rokok yang diduga ilegal dijual secara terang terangan tanpa cukai seperti merek Luffman, Manchester dan lainnya.

Menariknya, menurut info berkembang bila ada rahazia digelar oleh petugas bea cukai ternyata Rileg merek Luffman dan Manchester yang sepi dijual dipasaran terkesan jauh harinya pemasok telah mendapat bocoran akan adanya rahazia.

Tak heran ada anggapan menyebut kehebatan mafia rokok dimasa tarakinai read-kini tak hanya sebatas dikenal piawai bermain kijok mato ketika menggelar jurus nyah ineh ulau itoh alias take and give dengan petugas bea cukai guna memuluskan pendistribusian pasokan rokok ilegal.

Bahkan, dengan akal panjangnya juga mafia rokok mampu mengelabui konsumen Asbak alias asal berasap kawan dengan cara memproduksi rokok ilegal jenis KW, khususnya untuk merek rokok ilegal ternama yang diminati oleh banyak konsumen, karena Rileg aslinya terpaksa harus mencantol cukai.

Selanjutny, menurut isu berkembang bahwa dalam waktu dekat di Kota Sungai Penuh dan Kerinci bakal beredar jenis rokok ilegal terbaru dengan promosi wah disetiap larik dan dusun dengan merek lokalnya KIncai atau Kece dan merek Tobaco Sugi atau TS.

Konon, kabarnya rokok tersebut dan sekelasnya akan diedar khusus untuk petani dan peladang yang sedang giatnya bercocok tanam ditiap penjuru dan pelosok sealam Kincai termasuk daerah tetangga seperti Pesisir Selatan, Muko Muko, Solok Selatan, daerah Serampas dan sekitarnya.

Diduga keras realita maraknya peredaran Rileg juga terjadi pada umumnya daerah di Republik ini. Hingga secara tak langsung maupun tersembunyi berpotensi menambah tanya besar terkait sedang ada apanya dong terjadi di negara dan Republik ini.

Pasalnya, kebijakan dari Menkeu RI Purbaya yang disebut sebut sebagai salah seorang kepercayaan Prabowo yang ingin menyelamatkan kebocoran uang negara dari sektor cukai, malah diduga keras telah dipermainkan oleh para mafia rokok yang diduga bekerjasama dengan pihak bea cukai.

Untuk itu, diminta kepada Menkeu RI, Purbaya Sadewa agar segera melakukan kordinasi dengan APH bersama Pol PP supaya menyikat habis peredaran Rileg ditiap daerah, sekaligus mengumumkan jenis rokok ilegal yang telah dilegalkan oleh Pemerintah termasuk bentuk dan warna dari cukai aslinya untuk mudah diketahui dan dipantau oleh masyarakat. Amin semoga. Penulisnya, katakan sajalah orang jauh tapi dekat dihati namanya.@Yd,Yid,Yi dan Riles.