Update Merah Putih, Pasca bermasalahnya penarikan uang milik nasabah di BPD Jambi dan Bank milik Pemerintah lainnya, hingga masyarakat hampir menanam tekad lebih baik menabung dibeco read-tabungan rumah masing karena suatu ketika dibutuhkan bisa langsung diambil.

Dampaknya, tak sekedar membuat lembaga bank terpaksa menggelar kerja tak ubahnya seperti kesibukan petugas Bank 47 pin,jam 4 bayar 7 yang harus mengunjungi dan mendatangi nasabah kesetiap kantor dan dinas karena kebutuhan mendesak menghadapi raya.

Bahkan, sempat berdampak pada setiap aktifitas dan usaha masyarakat yang butuh uang dan modal besar seperti ketika menghadapi kegembiraan bersama raya Idul Fitri yang lalu.

Ditambah lagi, dengan simpang siurnya rumor berkembang terkait syarat batas jumlah pengajuan pinjaman di Bank tanpa harus melampir sertifikat sebagai agunan atau jaminannya.

Rabu, 6/5 Pemerintah Kota Sungai Penuh langsung bergerak gelar penguatan akses keuangan daerah guna mendorong pertumbuhan ekonomi Masyarakat, khususnya bagi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Komitmen tersebut ditegaskan oleh Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, SH bersama Wakil Wali Kota Azhar Hamzah melalui implementasi program kerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD). Langkah ini bertujuan meningkatkan inklusi dan akses keuangan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama TPAKD Kota Sungai Penuh sebagai bentuk sinergi lintas sektor terkait kemajuan dan pertumbuhan keuangan masyarakat dan daerah.

Yang melibatkan diantanya Bank BNI,Pegadaian,Bank BSI,Bank BPR Kerinci,PNM ULaMM Syariah, Bank Jambi, Bank BRI,Bank Mandiri dalam mendukung penguatan ekonomi daerah.

Wali Kota Alfin menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai fondasi dalam merancang kebijakan strategis.

“Melalui kolaborasi ini, kita harapkan lahir program-program yang konkret dan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Sungai Penuh,” ujar Wako Alfin.

Penguatan akses keuangan ini diharapkan menjadi motor penggerak bagi kebangkitan UMKM yang bisa memastikan pemulihan dan pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.@Yd,Yid,Yi dan Riles.