Update Merah Putih, Adalah sesuatu yang bisa dimaklumi bila mencuap riak dikalangan sepu dan sang peduli Kincai terkait pengangkatan pejabat dilingkup Pemrov Jambi, karena disebut Kincai tak hanya meliput dua daerah saja yakni Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci.

Tapi juga memiliki potensi SDM handal dalam mendukung terselenggaranya administratur Pemerintahan, Pembangunan dan kehidupan sosial masyarakat di tanah bersudut empat nan incut negeri sepucuk Jambi sembilan lurah yang dipimpin oleh Alharis sosok yang sudah melekat dengan sebutan Wo Haris Kito selaku Gubernur Jambi.

Dimaklumi yang dimaksud, tentu akan menjadi sesuatu yang bisa diterima sekaligus pereda riak bila telah dijelaskan titik persoalan disertai solusi atau kebijakan apa yang akan dibuat oleh kepemimpinan Wo Haris Sani demi menetralkan sikond sudah meruyak seperti bara didalam sekam.

Secara umumnya, diketahui dampak dari pemangkasan anggaran secara nasional telah membuat tiap daerah menggelar perampingan kabinet bagi efisiensi. Hingga, peluang dan persaingan untuk memangku jabatan sangatlah ketat serta terbatas bagi setiap pejabat.

Yang dipercayai memangku jabatan juga bukanlah sifatnya permanent untuk selamanya bak KTP seumur hidup yang dikantongi oleh mbak surip dengan tebalihonya read-,kocak kemana mana boleh mau bila minta digendong dong, misalnya, karena disebut pejabat eselon harus berhadapan dengan apa yang disebut masa evaluasi terhadap apa telah dan bisa dibuatnya bagi kemajuan serta keharmonisan daerah.

Terutama terobosan dan debut konstruktifnya dalam meningkatkan dan mengembangkan sumber PAD notabenenya roh sesungguhnya yang terkandung didalam UU tentang Otoda alias Otonomi Daerah, sebagai dasar evaluasi terhadap kinerjanya.

Namun, secara khususnya lagi disebut jabatan politis yang disandang Wo Haris Kito selaku Gubernur Jambi, tentu setiap kebijakannya tetap mengandung muatan politis dari setiap asfek yang menjadi pertimbangan bagi kemajuan dan keharmonisan seluruh daerah Kabupaten atau Kota dalam wilayah Provinsi Jambi.

Terlebihnya bagaimana sih kebijakan kedepannya Wo Haris Kito bagi Kincai dikenal sebagai negeri tempat beliau berguru yang sudah mulai terlihat bagana bagini karena adanya resah dan gelisah terkait tak satupun potensi SDM handalnya yang bertengger dijabatan eselon II Pemrov Jambi.

Pasalnya, disebut Kincai ada dua tafsiran pentingnya yang sama berebut ingin diperhatikan;
Pertama, namanya daerah kincai mencakup wilayah mulai dari penetai pematang lingkung sampai telun berasap tanah sikudung dan mulai dari air panas sungai deras pemandian hulu balang sungut melintang sampai air terjun arah ke tapan tempat pemandian siak lengih, serta dari RKE pemandian imau kinci keluar malam sampai danau kaco pemandian imau kinci keluar siang butuh perhatian pembangunan termasuk kepedulian bertaut dari Pemrov Jambi maupun pusat.

Kedua, disebut dengan namanya uhang kincai adalah masyarakat dari dua daerah yakni kota sungai penuh dan kabupaten Kerinci masingnya atau secara personnya butuh perhatian pemerintah termasuk dari Pemrov seperti jabatan eselon dilingkup Pemrov Jambi.

Tanpa bermaksud ingin menggurui Wo Haris Kito selaku uhang araih read-arif lagi bijaksana yang sudah tak diragukan jam terbangnya. Maka, wajar bila kiranya dimasa pemangkasan anggaran yang bisa dimaklumi dengan segala keterbatasan dari setiap asfek membuat Kincai bertanya “Wo Haris Sani, Kebijakan Politik Apa Yang Akan Engkau Buat Untuk Kincai”, Apakah sektor Pembangunan dan kepedulian sosial masyarakat, ataukah sektor pemberdayaan potensi SDM nya?. Tentu bisa dijawab langsung oleh sirumpun badan read-Wo Haris Sani tanpa menunggu semua Kincai harus bersikambut read-keras hati ataupun merinu pandang read-beriba hati bertanya pada rumbut yang bergoyang. Amin semoga. Penulisnya, katakan sajalah orang jauh tapi dekat dihati namanya.@Yd,Yid,Yi dan Riles.