Manado | Update Merah Putih.comì
Viral di beberapa media onlinedan platform media sosial soal pelecehan yang diduga di lakukan oleh Danil Duma (DD) pada beberapa hari yang lalu banyak menuai kontroversi beragam dari berbagai kalangan masyarakat rabu 4-02-2026.
Asumsi dari media maupun platform lainya sangat berbeda dengan kronologis kejadian sebenarnya mengingat hasil pemeriksaan CCTV tidak terdapat rekaman kontak fisik sebagaimana yang dipublikasikan.
Jhon sebagai warga masyarakat menyampaikan bahwa kejadian seperti ini bisa jadi framing yang bagus apabila kita menyikapi dengan nuansa politis dengan tujuan merusak citra seseorang.
Dari hasil penilaian di beberapa media online semakin tajam menyerang DD, padahal yang membuat laporan di polsek sario adalah DD bukan korban, dan narasi dari asisten 1 Deni Manggala di media online sangat tidak tepat dengan beberapa poin yang berbeda.
1 Asisten 1 mengatakan stafsus, kenyataannya sejak 31 desember mereka belum memiliki status (transisi).
2. tindakan pernyataan sikap dari pejabat pemprov asisten 1 Deni Manggala apa tidak terlalu berlebihan, mengingat stafsus belum disahkan kembali jabatanya, kuat dugaan bahwa opini publik yang di kembangkan AS 1 ini penuh dengan nuansa politik.
3. Narasi asisten 1 menyebutkan kata PEMECATAN, kenyataannya tidak diuraikan secara konstruksi hukum (tanpa visum dan tipiring) soal kasus ini.
4. DD melapor ke polsek (Surat Tanda Penerimaan Laporan Pengaduan, Nomor : STPL/B/20/I/2026/SPKT/POLSEK SARIO) karena merasa dirugikan tapi dihakimi Pak asisten 1 di Platform media online.
5. Ini memberikan gambaran kepanikan dan tidak mampu membedah sebuah permasalahan oleh pejabat publik.
6. Denny manggala menjadi simbol orang yang tidak punya sikap dan konsep dalam menhadapi sebuah permasalahan Publik.
7. Ada juga isu soal referensi perbandingan kasus menaikkan pajak dan di clarifikasi oleh pak gubernur tapi asisten 1 tidak bertindak.
8. Ada juga kasus perselingkuhan di dinas pertanian yang viral di medsos soal mobil bergoyang di minut asisten 1 tidak bertindak.
9. Pandangan saya itu asisten 1 sangat tidak memahami sosiologi hukum, dimana-mana hal yang belum inkrah pasti di awali dengan menonaktifkan seseorang bukan langsung di hakimi.
10. Kaca mata saya ada sesuatu di tubuh eksternal dan internal yang ikut menganiaya DD, pemikiranya saat ini hanya bersabar dan berdoa agar mereka di ampuni karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.
Analisa saya dalam perkara ini sepertinya ada yang inggin memutarbalikkan fakta (Gaslighting), dengan menggunakan posisi superior DD untuk membuat korban merasa bersalah, kotor, dan takut hingga timbul berbagai spekulasi di kalangan masyarakat.
Transparansi publik bisa menguatkan permasalahan ini terselesaikan dengan baik, mengingat sangat tidak mungkin didalam suasana terbuka dan umum seseorang yang mempunyai kredibilitas melakukan hal yang fenomenal di ruang terbuka.
(***)







