Update Merah Pitih, Bakato petitih alias gurindam dua belas orang dahin masa kini dari negeri Melayu Kopi Daun menyebut “mengambil contoh pada telah sudah dan mengambil tuah pada yang menang”, menyirap makna bahwa sebuah pengalaman dan kejadian bisa dijadikan acuan untuk menilai maupun menyikapi sesuatunya.

Begitu pula, ketika menyikapi persoalan secara tiba tiba menyusutnya air danau Kerinci, sementara secara sepihaknya PLTA bersikeras hati sampai bagana bagini membantah bahwa tak ada kaitannya dengan pembangunan pintu air bendungan PLTA.

“Logikanya, kalau tak ada rangin dan tak ada rombak read-masalah ataupul hal perihal terjadi, manalah mungkin jubah dari sutera terjurai panjang ketanah sampai bergoyang dengan aduhainya, sebagaimana tragedi menyusutnya air danau Kerinci,” Demikian dikatakan oleh Renggo Kelana salah seorang aktivis Reformasi.

Lebih lanjut, dikatakannya sudah berabad lamanya sealam Kincai ini terkembang tak pernah terdengar adanya kabar dan cerita turun temurun dari moyang sealam Kincai menyebut adanya penyusutan air danau secara krusial sampai membuat resah dan gelisahnya masyarakat pencari ikan dalam kawasan danau Kerinci.

“Sampai menyusut air danau Kerinci, tentu ada penyebabnya. Selain alasan faktor alam datangnya musim panas, juga karena adanya pembangungan bendungan PLTA,” ujarnya.

Menurut investigasi aktivis Reformasi, katanya ditemukan dugaan bahwa penyebab utama menyusutnya air danau adalah karena pembangunan pintu air PLTA dimoncongnya sungai kali yang sudah dibangun permanen dan menganga kedanau Kerinci.

Ia juga menyampaikan sampai nekatnya pihak PLTA membangun bendungan sungai kali dengan anggaran mahal karena takut komplin dengan masyarakat bermukim disekitar arus air yang mengalir dari jembatan panjang danau Kerinci dikenal memiliki hulu balang tunggu negeri tak sebatas tau siragi bunga dengan aji pengasihnya yang bisa menghidup sibatang layu, bahkan tahan sepuh karena tak lapuk diair dan tak lekang dipanas.

“Ditemukan adanya penggalian dasar sungai sangat dalam pada pembangunan pintu bendungan Sungai Kali.Hingga terjadi penyusutan air danau secara signifikan,” terang Renggo Kelana.

Ditegaskannya lagi, dengan adanya pembangunan pintu bendungan di Sungai Kali tak kalah deras dan besar debet air yang diaruskan oleh arus sungai di jembatan panjang telah membuat pengeluaran air dari danau jadi dobol dan meruyak.

“Jadi, tak bisa dipungkiri salah satu penyebab sampai menyusutnya air danau Kerinci adalah karena adanya pembangunan pintu air bendungan PLTA di Sungai Kali,” tegasnya.

Secara politis, tambahnya pengelola PLTA dinahkodai oleh Aslori terkesan hanya jago dimeja menerima laporan ABS saja, tapi tak paham dan tak mendalami bagaimana kondisi, kriteria maupun persoalan sesungguhnya terjadi dimasyarakat terutama terkait hal berpotensi dihadapi oleh PLTA. “Secara sistimnya juga perlu pembenahan ditubuh PLTA terutama komunikasinya, karena bagaimanapun PLTA adalah kebutuhan umum yang perlu dijaga dan didukung oleh semua Kincai,” pungkas Renggo Kelana sambil memilin ujung kumis tipisnya terlihat sudah mulai tumbuh jarang jarang.@Yd,Yid,Yi dan Riles.