Update Merah Putih, Kinerja PLN Persero milik negara yang katanya membebaskan Indonesia sampai penjuru dan pelosoknya desa dari kegelapan kian menjadi gunjingan masyarakat karena sampai saat ini terdapat 27 RT dan RW di Batang Hari, Provinsi Jambi diketahui belum dialiri oleh arus listerik.
Seolah olah, PLN ULP Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari sengaja basipekak dan besibadak alias tak mau peduli lagi terhadap tupoksinya dalam meminits dan mendapatkan solusi terkait kebutuhan listerik negeri Bumi Bak Ragam Kabupaten Batang Hari.
Buktinya, sudah 78 tahun usia Kabupaten Batang Hari masih terdapat 27 RT dan RW potensial dengan sumber dayanya yang belum terlihat dibangun jaringan listerik milik negara, apalagi untuk bisa mendapatkan arus listerik.
Terlebihnya, semenjak adanya meteran listerik dengan pembelian pulsa secara digital semakin membuat dimana saja petugas PLN terkesan santai dan lalai terhadap tugasnya karena sudah tidak ada lagi angko meteran dan denda tagihan listerik menggiur yang bisa dimainkan.
Dikabarkan, keresahan warga 27 RT dan RW sudah hampir berabad lamanya itu telah membuat Bupati Batang Hari M.Fadhil Arief mengetok pintu gedung DPRRI guna mendapatkan dukungan perjuangan rakyatnya dari salah seorang Legislstor dapil Jambi.
Dikatakan oleh Wo Kincai salah seorang perantau yang sudah menetap di Kabupaten Batang Hari bahwa belum dialirinya arus listerik dibeberapa desa di Kabupaten Batang Hari merupakan bentuk tak becusnya kerja PLN ULP Muara Bulian.
Ia juga berharap kepada PLN Pusat agar segera tanggap terhadap kebutuhan pital masyarakat 27 RT dan RW di Kabupaten Batang Hari yakni kebutuhan penerangan listerik.
“Ya, kita sangat menyesali sikap PLN selama ini, hanya tau kipeng read-uang masuk saja tanpa begitu peduli terhadap hak rakyat secara menyeluruh sebagai konsumennya. Untuk itu, diminta kepada Pemerintah RI khususnya pihak PLN Pusat dan PLN ULP Muara Bulian agar segera mewujudkan harapan masyarakat Batang Hari akan kebutuhan penerangan listerik,” kata Wo Kincai
Lanjutnya, bila benar ada Program Listrik Desa, Percepatan listrik untuk 5.700 desa dan 4.400 dusun untuk memastikan keadilan energi yang dicanangkan oleh Prabowo Gibran hendaknya segera direalisasikan bagi 27 RT dan RW di Kabupaten Batang Hari,Jambi.
Ia juga menyampaikan seandainya program eletrifikasi desa masih dalam wacana. Maka, diminta kepada PLN Pusat agar segera membangun jaringan listerik bagi 27 RT dan RW Batang Hari, biar kita perjuang dan bawa read-sambung arusnya dari Kincai produksi PLTA Kerinci Merangin Hydro.
“Keperluan masyarakat terhadap kebutuhan Listrik sudah merupakan bentuk kebutuhan primer (kebutuhan pokok) masyarakat modern. Apalagi, bagi masyarakat Kabupaten Batang Hari yang berada dekat dengan ibu Kota Provinsi Jambi. Jadi, tak ada alasan lagi yang bisa diterima, selain 27 RT dan RW segera mendapat kebutuhan listerik,” pungkas Wo Kincai dengan raut sedikit geram.@Yd,Yid,Yi dan Riles







