Update Merah Putih, Kendati sanpai bertahun lamanya disibukkan kulur kilir dan berduyun duduk berapat bersama Pemrov dengan tema “Mapin kito menak dan miki supayo kinci ineh bisa maju Wo”, diikuti dengan setumpuk proposal serta MOU telah dibubuhkan tanda tangan yang belum ada kepastian jelas kapan waktunya terealisasi.

Tapi, tak sedikitpun mematah semangat Pemkot Sungai Penuh dan Pemkab Kerinci dalam memperjuangkan nasib daerahnya terutama terkait antisipasi dan penanggulangan sampah serta banjir yang sudah menjadi persoalan krusial mesti segera didapatkan solusinya.

Apalagi, semenjak mengikuti retret Alfin Wako Sungai Penuh beserta Wakilnya Azhar bersama Monadi Bupati Kerinci beserta Wakilnya Murison telah seluku sepakat disertai angguk baiyo iyonya mengibarkan bendera dengan semangat kolaborasi walaupun runtuh bukit sarang tupai namun negeri dan masyarakat sealam Kincai tetap sama kita perjuang supaya bisa lebih baik dan maju.

Dikabarkan, 26/1 Wako Alfin menemui langsung Menteri Lingkungan Hidup (LH) Ri Hanif Faisol Nurofiq , di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup RI di Jakarta guna memaparkan kondisi yang dihadapi Kota Sungai Penuh sekaligus menyampaikan sejumlah usulan dalam hal penanganan persampahan.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Lingkungan Hidup RI menyatakan komitmennya untuk memberikan dukungan sarana dan prasarana penanganan persampahan kepada Kota Sungai Penuh. ” Ya, Pak Menteri LH sudah menyatakan kesediaan membantu kota Sungai Penuh dalam penanganan persampahan, Insya Allah bantuan dari Kementerian Lingkungan Hidup akan mulai direalisasikan pada Maret 2026,” ungkap Wako Alfin usai pertemuan.

Lanjutnya, Menteri LH juga menyampaikan Kota Sungai Penuh akan dijadikan sebagai salah satu pilot project penanganan persampahan di kawasan Sumatera. Ia juga menjelaskan bahwa hal ini menjadi bentuk apresiasi atas keseriusan dan langkah strategis yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Sungai Penuh dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi, modern, dan berkelanjutan.

“Dukungan tersebut, diharapkan dapat memperkuat kapasitas daerah dalam pengelolaan TPST, optimalisasi pengangkutan, serta pengurangan sampah melalui teknologi dan mekanisasi yang memadai,” imbuhnya.

Secara terbuka, Wako Alfin juga menyampaikan terima kasih kepada Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Jambi, Rocky Chandra, yang telah membantu memfasilitasi pertemuan dengan Kementerian Lingkungan Hidup RI, sehingga komunikasi dan koordinasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dapat berjalan efektif.

Sehari kemudian, 27/2 Bupati Kerinci, Monadi, S.Sos., M.Si didampingi Kadis Lingkungan Hidup Neneng Susanti, S.Hut, M.Si juga melaksanakan audiensi bersama Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurafiq, di Jakarta

Dikatakan oleh Bupati Kerin Monadi bahwa pertemuan ini membahas komitmen dan langkah strategis Pemerintah Kabupaten Kerinci dalam pengelolaan sampah terpadu dan berkelanjutan mulai dari pengurangan sampah di sumber, peningkatan kesadaran masyarakat, hingga penguatan sarana dan prasarana pendukung. “Menteri Lingkungan Hidup RI menyambut baik komitmen tersebut serta memberikan apresiasi atas keseriusan Pemerintah Kabupaten Kerinci dalam membangun tata kelola persampahan yang lebih efektif dan berkelanjutan,” singkatnya.

Ditegaskannya lagi, momentum ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadirkan solusi konkret terhadap persoalan sampah, demi terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari untuk masyarakat Kabupaten Kerinci. “Ya, kita harapkan ada tindak lanjut konkrit dari Kementerian LH dalam mendukung terselenggaranya pengelolaan sampah lebih efektif dengan ketersedian dan kucuran fasilitas maupun sarana yang dibutuhkan,” pungkasnya.@Yd,Yid,Yi dan Riles.