Update Merah Putih, Kesiapan PT Cimedang Sakti Trakindo menggelar pekerjaan besar selaku pemenang tender Pasar Beringin, Kota Sungai Penuh dengan anggaran mencapai 49 Milyar rupiah mulai dipertanyakan.
Pasalnya, sudah memasuki pertengahan bulan kedua masa pengerjaan belum juga tuntas menghadapi persoalan pergeboran tiang pancang pondasi yang harus mencapai kedalaman 6 sampai 8 Meter.
Diketahui, pengeboran semula sempat diberikan kepada salah seorang kontraktor lokal jadi terhenti lantaran alat digunakan tak mampu mengebor kawasan bawah pondasi area pengerjaan yang berbat.
Dikabarkan juga, Wako Sungai Penuh Alfin,SH telah memanggil beberapa dinas terkait guna mendesak pengerjaan Pasar Beringin segera dibaiyo iyokan read-percepat dan diperlancar dari segala asfeknya.
Menurut informasi dari salah seorang gemoy menyebut diri mewakili tim tekhnis pekerjaan bahwa pengeboran yang bisa dilakukan oleh kontraktor lokal hanya kedalaman 3 sampai 4 Meter. Hingga pengerjaan digelarnya jadi terhenti, dan pengeboran akan dilanjut setelah pihak pelaksana menyewa alat bor yang didatangkan dari Jambi atau Padang.
Ia juga menyampaikan bahwa pengerjaan pengeboran untuk tiang pancang pondasi pembangunan Pasar Beringin Jaya mencapai seratus titik.
“Untuk lebih jelasnya bisa ditanyakan langsung pada pak Aref selaku tekhnisinya, secara kebetulan beliau sedang berada di Jambi,” ucap sumber beberapa waktu lalu.
Ketika ditanya terkait tumpukan tanah penggalian pondasi sudah menggunung yang bisa mengganggu pengerjaan belum juga diangkut kearea pembuangan, katanya material tersebut mansih bisa digunakan untuk penimbunan nantinya.
Menurut pantauan Update Merah Putih dilokasi terkesan pekerjaannya bersemak berselapadang read-rancu tampa etitud kerja yang mesti mencerminkan pekerjaan dari sebuah perusahaan besar berkelas nasional, buktinya pekerja terpaksa mengguna tempat kosong untuk merangkai besi karena sebagian besar areanya telah ditumpuk oleh tanah sudah menggunung.
Tak hanya demikian saja, diketahui adanya kejanggalan lain yakni pihak pelaksana juga menutupi jalan protokol milik nasional disamping area pekerjaan guna kelancaran aktifitas pengerjaannya.
Guna mendapat konfirmasi lebih detailnya, Update Merah Putih menghubungi sang big bos PT Cimedang Sakti Trakindo, dan yang bersangkutan menyarankan agar menghubungi langsung bagian humas atau tim tekhnisnya. Tapi, sampai berita ini ditayangkan bagian yang disebutnya itu belum bisa dihubungi dan ditemui dilapangan. Bersambung.@Yd,Yid,Yi dan Riles.







