Update Merah Putih, MBG adalah Makan Bergizi Gratis. Kata Gratis yang Jauh dari pameo kekinian menyebut namanya barang gratis mana ada yang aduhai gurih dan nyum nyumnya. Tapi, bentuk program nasional yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto mulai tahun 2025 dengan anggaran trilyunan rupiah untuk meningkatkan gizi anak sekolah, balita, ibu hamil, dan menyusui.

Dikatakan oleh Mulyadi Yakub Ketua Forum Purnawirawan Dewan Kota Sungai Penuh dan juga pengelola beberapa Dapur MBG yang ada dibeberapa Kota dalam wilayah Provinsi Jambi bahwa program MBG bertujuan menekan angka stunting, memperbaiki kesehatan masyarakat, meningkatkan fokus belajar, serta mendorong ekonomi lokal melalui keterlibatan UMKM, petani, dan nelayan.

“Tujuan Utama adalah meningkatkan kualitas SDM, menciptakan generasi sehat, dan mendukung visi Indonesia Emas 2045. inflation kualitas SDM, menciptakan generasi sehat, dan mendukung visi Indonesia Emas 2045, dengan sasaran Penerima: Peserta didik PAUD hingga menengah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, dan keunggulannya berfokus pada penyediaan makanan dengan standar gizi tinggi, bersih, dan aman,” terang Mulyadi Yakub.

Program ini, jelasnya dinilai berhasil hingga 60 juta penerima manfaat dan mendapat perhatian internasional dan MBG juga menjadi salah satu langkah strategis pemerintah untuk mengatasi gizi buruk dan malnutrisi secara berkelanjutan. Ia juga menyampaikan program MBG secara nasional telah membuka lapangan kerja untuk jutaan orang jumlahnya.

“Iya selain manfaatnya bagi penerima, sekaligus jadi konsumen bagi hasil produksi tani, peternakan perikanan masyarakat. Program MBG dengan aktifitas satu dapurnya juga mempekerjakan minimal 50 orang tenaga kerja. Bisa dibayangkan berapa pekerja yang direkrut untuk ribuan dapur MBG yang ada diseluruh Indonesia,” katanya.

Lanjutnya, SOP untuk dapur MBG sangatlah ketat, terlebihnya menyangkut pekerja harus memenuhi syarat umur 20 sampai 45 tahun, memliki kartu BPJS, surat keterangan dokter dan tidak menderita penyakit menular, serta berkelakuan baik dengan surat keterangan yang diterbitkan oleh pihak Kepolisian.

Ia juga menjelaskan seluruh pekerja mengguna APD serta diberi jaminan kesehatan, dan hanya pekerja dibolehkan masuk kedalan dapur produksi yang dikawal oleh satpam dipintu masuk.

“Kerja dapur MBG terbagi menjadi 5 sif, dengan skedul tim persiapan mulai pukul 4 sampai pukul 10 malam, tim produksi mulai pukul 12 malam sampai paling lambat pukul 6 pagi, tim promosi bekerja mulai pukul 5 sampai pukul 10 pagi, tim restribusi yang mengatar kesekolah mulai pukul 8 pagi untuk anak PAUD dan TK serta pukul 10 untuk SD,SMP dan tingkat SMU, kemudian tim jemput, cuci dan sapu bekerja sampai bersih semua alat dan sarana MBG telah digunakan,” terangnya lagi.

Didalam satu paket atau porsi MBG yang disalur, katanya telah memenuhi unsur empat sehat lima sempurna yang ditetapkankan oleh badan gizi nasional. “Terdiri dari nasi, daging atau lauk, sayur, buah dan susu. Hanya saja, susu didatangkan dari daerah luar, sementara lainnya hasil produksi usaha pertanian serta peternakan dan perikanan masyarakat lokal yang disediakan oleh koperasi melalui vendor,” imbuhnya.

Ketika ditanya lagi oleh Update merah putih, kalau sudah sebegitu ketatnya SOP dapur MBG, kenapa masih bisa juga terjadi keracunan pada pengguna manfaat?, kata Mulyadi Yakub bila terjadi keracunan ada dua hal penyebab, pertama karena basi yang berdampak mual pada pengguna manfaat lantaran terlalu cepat dimasak, ketika masih panas langsung ditutup dan terlambat diantar. Kedua, karena pada sayurnya yang kurang dibersihkan masih terdapat pestisida hingga bisa berdampak keracunan atau kejang kejang.

“Keracunan juga bisa jadi karena adanya sabotase dari pihak tertentu, seperti makanan yang dimasak dari bahan dan oleh pekerja yang sama terjadi keracunan pada satu lokal saja sementara lokal dalam satu sekolah yang sama tidak mengalami keracunan, maka bisa diduga keracunan pada satu lokalnya karena adanya sabotase,” pungkas Mulyadi Yakub sambil memilin ujung kumis tipisnya yang terlihat sudah mulai tumbuh jarang jarang.@Yd,Yid,Yi dan Riles.