Update Merah Putih, Pasca mengalah dan menerimanya para induk zaman now sang penopang terdepan ekonomi keluarga yang ditertibkan lapak dagangan sayur maupun ikan danau ditrotoar dan bahu jalan umum hingga setuju ditempatkan secara humanis dilokasi pasar induk Tanjung Bajure.
Sabtu 11/4, Walikota Sungai Penuh, Alfin, S.H., didampingi Sekda Alpian bersama Jajaran Pemkot Sungai Penuh berkesempatan menyambangi dan sekaligus berdialog langsung dengan para pedagang di lokasi Pasar Tanjung Bajure.
Dalam kunjungan tersebut, Wako Alfin selaku anak jantan Rawang terlihat akrab dan penuh canda dengan tegur sapa khasnya ilauk sihak kaye sambil menyaring berbagai keluhan dan masukan dari induk induk pedagang dikenal sebagai komunitas yang paling pantang dilintas bayang dan hampir ratanya sudah pernah mandi limau tujuh.
Kedatangan rombongan Wako Alfin juga memastikan kondisi pasar berjalan tertib, nyaman, dan kondusif bagi aktivitas jual beli.
Ia juga menegaskan kepada petugas dan dinas terkait agar cepat tanggap disertai solusi yang diberikan terkait persoalan dihadapi oleh pedagang di pasar Tanjung Bajure.
“Penataan ini kita lakukan untuk menciptakan pasar yang lebih rapi dan nyaman. Kami ingin memastikan para pedagang tetap bisa berjualan dengan baik, dan masyarakat merasa aman serta nyaman saat berbelanja,” kata Wako Alfin.
Disela kunjungan, sejumlah pedagang menyampaikan apresiasi atas upaya pemerintah dalam menata kawasan pasar, meskipun masih terdapat beberapa hal yang perlu disempurnakan.
Menanggapi hal tersebut, Wako Alfin menegaskan bahwa pemerintah akan terus melakukan evaluasi secara bertahap. Tentunya, pedagang juga mesti mesti meningkatkan kualitas transaksi dan kesegaran maupun kebersihan barang dagangannya
Selain itu, Wako Alfin juga mengimbau seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan kebersihan pasar agar manfaat dari penataan dapat dirasakan secara berkelanjutan.
“Kota Sungai Penuh menuju rencana pasar moderen yang tertata secara lengkap, bersih, sehat, rapi dengan segala ketersedian kebutuhan terutama sembako dan kehidupan pasar terlepas dari budaya ketakutan ancaman premanisme. Maka, dibutuhkan kerjasama dari semua elemen terutama dari pedagang itu sendiri,” terang Wako Alfin.
Kegiatan pemantauan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Sungai Penuh dalam meningkatkan kualitas fasilitas publik serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pasar tradisional yang tertata dengan baik.@Yd,Yid,Yi dan Riles







