Update Merah Pitih, Pasca mencak mencaknya para induk aduhai yang katanya sudah pernah mandi limau tujuh dilamang Pasar Tanjung Bajure, Kota Sungai Penuh karena tak terima penggusuran terkesan masih pilih kasih yang sempat disiarkan langsung oleh reporter kenamaan Firun Tonek dan Heru Srageu serta Ikhsan ada apanya dong diakun dengan pengikut puluhan ribu orang.
Sabtu 28/3, Wawako Azhar Hamzah yang didampingi oleh Sekda Alpian kembali terjun kelokasi guna melakukan penataan dan penertiban secara humanis, meski secara prisipnya dimana mana daerah harus menegakkan aturan bahwa trotoar dan jalan yang dilintasi umum dilarang menjajal lapak dagangan.
Turut hadir Kepala Dinas Perindag bersama sejumlah Kepala OPD terkait beserta petugas penertiban dari Pol PP termasuk pihak Kamtibmas dan Babinsa dengan sungut melintang selaku tunggu negeri yang ditugas khusus memantau, mengawasi dan mengamankan area dalam kawasan Pasar Kota Sungai Penuh.
Berkat tangan dinginnya Wawako Azhar Hamzah yang dikenal dengan sebutan kenek gaul uhang balai read-pasar membuat situasi menjadi aman dan terkendali serta nyaris tanpa masalah. Terbukti, dengan penuh kesadaran masing pedagang memindahkan lapak dagangannya kedalam area pasar Tanjung Bajure.
Disampaikan oleh Kenek Gaul bahwa penataan dan penertiban ini dilakukan adalah guna kebaikan dan kemajuan bagi pedagang itu sendiri.
“Bila lapak pedagang telah tertata dan tertib dalam satu kawasan bakal memberi keuntungan besar bagi pedagang karena setiap pembeli akan merasa nyaman datang untuk belanja seperti ikan, sayur dan rempah rempah disatu tempat,” kata Kenek Gaul.
Lanjutnya, gerakan ini sekaligus guna menertib dan meningkatkan sumber pendapatan daerah, karena selama ini masih diduga terjadinya kebocoran PAD dari sektor pengelolaan pasar.
“Iya, kita berharap sekali rangkuh dayung dua tiga pulau terlampau. Artinya, terhadap Dinas terkait diminta tak hanya puas dengan sukses menata dan menertib pasar saja. Tapi, hendaknya juga bagaimana bisa terselenggara transaksi nyaman dipasar yang menguntungkan pedagang dan memberi kontribusi berarti bagi daerah,” pungkas Kenek Gaul sambil memilin ujung kumis tipis rupawannya terlihat sudah mulai tumbuh jarang jarang.
Sementara itu, katakanlah Tuwo Dahit namanya salah seorang pemerhati dan peduli sealam Kincai menyampaikan bahwa semakin pesatnya pertumbuhan jumlah penduduk kian membuat aktifitas pasar jadi padat. Sementara luas area pasar Tanjung Bajure masih tetap itu keitu saja sejak dahin dulu kalanya.
Ia juga menyampaikan bahwa sudah semestinya Kota Sungai Penuh memiliki pasar Moderen dengan nuansanya masyarakat Kota dengan segala ketersediaan, ketercukupan yang menjadi kebutuhan dan pilihannya pembeli.
“Kedepannya, diminta kepada Pemkot Sungai Penuh khususnya Dinas terkait agar segera mencanangkan program perluasan kawasan Pasar Kota Sungai Penuh serta menata tempat pedagang menurut kajian yang senantiasa mengedepan nilai hygines karena setiap pembeli jenis makanan pasti akan memilih belian yang sehat, segar dan bersih,” harap Tuwo Dahit.@Yd,Yid,Yi dan Riles.







