Update Merah Putih, Berdirinya Kantor Ranting ataupun Unit PLN ditiap daerah Kota atau Kabupaten adalah guna memastikan kelancaran dan ketercukupan ketersediaan kebutuhan listerik bagi suruh konsumennya yang ada didaerah masingnya.
Dengan ketentuan ketat pihak PLN wajib memberi tahu terlebih dahulu kepada konsumen bila terjadi kerusakan tekhnisnya yang perlu dan sedang di perbaiki termasuk masa waktu maupun giliran pemadaman dalam wilayah kerja masingnya.
Bahkan, bila ketentuan tersebut tak ditaati oleh pihak PLN maka konsumen berhak menuntut ganti rugi atas kerugian usaha dan kerjanya karena terjadi pemadaman listerik tanpa ada pemberitahuan alasan dan masa pemadamannya sebagaimana ketetapan yang disampaikan oleh Kementerian terkait ketika Pemerintah RI menggelar kenaikan Tarif Dasar Listerik TDL secara nasional beberapa puluh tahun yang lalu
Terkesan, peraturan ketat tersebut sengaja dikangkangi oleh PLN ULP Kota Sungai Penuh dan Kerinci dengan baiyo iyonya ikut mengumum jadwal dan masa pemadaman listerik pada konsumennya sealam Kincai, karena mungkin ada apanya dong hingga harus berbaik hati menyuplai kebutuhan listerik kepada daerah lain pasca Sumatera Blackout listrik di jaringan transmisi Muara Bungo-Sungai Rumbai.
Akibat dari rancak dilabuhnya PLN Ranting Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci dalam menyenangkan hati daerah lain telah membuat murka masyarakat sealam Kincai. Bahkan, PLTA yang menjadi kebanggaan dan andalannya Kincai juga terbawa rendong oleh dahsatnya caci maki yang dimainkan oleh para netizen sealam Kincai dimedsos.
Tidak tanggung tanggung, para hulu balang tunggu negri seperti Ikhsan Mukhlihsin Alatas, Heru Srageu valentin, Riko kayu jati, Indra Mano parang dan lainnya terlihat mulai bergerak dengan aksinya tak henti mempertanyakan PLN Ranting Sungai Penuh dan Kerinci, meski dengan sesekalinya sempat juga menyenggol PLTA yang kerap menyebut peduli terhadap sealam Kincai.
Pasalnya, dengan tanpa beban kepada awak media sang Manager PLN ULP Sungaipenuh Eko Pitono membenarkan, bahwa listrik di kerinci berdampak pemadaman bergilir, dikarenakan membantu suplay ke daerah yang terdampak listrikya mati sejak kemarin malam.
“Iya, kita berharap listrik di kerinci-sungaipenuh hidup semua,” ujar Eko.
Jawaban kita harap yang bisa bermakna gantung diberi oleh maneger PLN ULP tersebut, dibuktikan dengan masih terjadinya pemadaman di Kincai telah membuat keraguan para konsumen sealam Kincai terhadap PLN ULP sebagai usaha bisnis yang mesti memikirkan ketercukupan ketersediaan bagi konsumen terlebih dahulu ternyata secara diam diamnya dijadikanp0 badan amal sosial bisa dibagi bagi kepada sangat membutuhkannya.
Tak heran, Ketua Balik Subuh bung Rama Irawan yang sudah menyendiri dipertapaannya tanah kipudung Sulak sampai turun gunung dan angkat bicara menyebut bahwa tindakan dan sikap diambil oleh PLN Kota Sungai Penuh dan Kerinci telah merugikan banyak pihak dan mesti dipertanggung jawabkannya.
“Ulah tabiat PLN ULP Kota Sungai Penuh dan Kerinci tak sekedar ribuan konsumen serta usaha masyarakat dirugikan. Bahkan, telah merusak citra PLTA KMH yang menjadi kebanggaan masyarakat sealam Kincai. Ini tak bisa kita diamkan, hendaknya pihak PLN segera bertanggung jawab termasuk memberi klarifikasi segera,” singkat Ketua Balik Subuh sambil memilin ujung jenggotnya terlihat sudah mulai tumbuh jarang jarang.@Yd,Yid,Yi dan Riles.







